BORNEONEWS, Palangka Raya – Minat masyarakat Kalimantan Tengah terhadap investasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor sepanjang 2025, seiring meningkatnya nilai kepemilikan dan transaksi saham di daerah tersebut.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan jumlah Single Investor Identification (SID) sektor pasar modal hingga Agustus 2025 mencapai 130.330 investor. Angka tersebut meningkat 26.183 investor atau tumbuh 25,14 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ini mencerminkan semakin tingginya partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal,” ujar Primandanu di Palangka Raya, Rabu, 17 Desember 2025.
Selain jumlah investor, nilai kepemilikan saham juga mengalami peningkatan. Total nilai saham tercatat naik Rp414,73 miliar atau tumbuh 12,19 persen year on year, dari sebelumnya Rp3.401,28 miliar menjadi Rp3.816 miliar.
Kinerja pasar modal di Kalimantan Tengah juga tercermin dari nilai transaksi saham yang terus meningkat. Hingga Agustus 2025, nilai transaksi mencapai Rp613,22 miliar, naik Rp224,81 miliar atau setara 57,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp388,41 miliar.
Tak hanya itu, jumlah nasabah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), baik individu maupun badan usaha, juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten setiap tahun. Sejalan dengan hal tersebut, nilai penjualan produk reksa dana melonjak signifikan.
Primandanu menyebutkan, nilai penjualan produk investasi tersebut meningkat Rp14,14 miliar atau melonjak 286,30 persen secara tahunan, dari Rp4,94 miliar menjadi Rp19,08 miliar.
“Berbagai indikator ini menunjukkan bahwa sektor pasar modal di Kalimantan Tengah sedang berada dalam tren yang sangat positif,” jelasnya.
Meski di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah secara umum masih terjaga dengan baik hingga saat ini.









