BORNEONEWS, Jakarta – Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan dengan melampaui target perolehan medali pada ajang Asian Youth Para Games 2025. Hingga akhir pertandingan pada Jumat pekan lalu, Indonesia berhasil menembus peringkat keenam klasemen sementara dengan total 59 medali dari berbagai cabang olahraga.
Capaian tersebut dinilai melampaui ekspektasi awal, terutama dari cabang para renang yang tampil sebagai penyumbang medali terbanyak. Dari arena akuatik, atlet-atlet muda Indonesia sukses memborong 26 medali, terdiri atas 11 emas, 11 perak, dan 4 perunggu. Hasil ini jauh melampaui target awal yang hanya mematok 4 emas, 8 perak, dan 10 perunggu.
Pelatih para renang Indonesia Agni Herarta Anindya Satria mengaku pencapaian ini menjadi kejutan yang menyenangkan bagi tim pelatih.
“Ini menjadi kejutan bagi kami karena sejak awal tidak memasang target tinggi. Namun anak-anak menunjukkan perkembangan yang luar biasa dan mampu menerjemahkan hasil latihan ke dalam kompetisi,” ujar Agni dalam pernyataan tertulis, Rabu, 17 Desember 2025.
Salah satu atlet yang tampil paling menonjol adalah Abdil Majid Rahman. Turun di enam nomor lomba, Abdil sukses mempersembahkan empat medali emas dan dua perak untuk Indonesia. Prestasinya sejajar dengan Siti Aisyah, yang juga menyumbangkan empat medali emas.
Medali emas lainnya disumbangkan oleh Iput Etri Hafana asal Jawa Tengah serta I Komang Aditya Pradnyana dari Bali, memperkuat dominasi Indonesia di cabang para renang.
Prestasi Abdil semakin istimewa setelah ia mencatatkan waktu 1 menit 21 detik pada nomor 100 meter gaya dada S7, yang telah memenuhi standar kualifikasi Kejuaraan Dunia Para Renang.
“Kami sangat optimistis terhadap masa depan mereka karena para atlet ini masih sangat muda dan memiliki potensi besar untuk berkembang,” tambah Agni.
Sementara itu, pada klasemen cabang para renang, Uzbekistan tampil dominan dengan memuncaki perolehan medali berkat raihan 59 medali yang terdiri atas 36 emas, 15 perak, dan 8 perunggu. Jepang berada di posisi kedua dengan total 63 medali (33 emas, 21 perak, dan 9 perunggu).
Posisi ketiga ditempati Iran dengan total 104 medali, terdiri dari 23 emas, 39 perak, dan 42 perunggu. Thailand menyusul di peringkat keempat dengan 50 medali, sementara Kazakhstan melengkapi lima besar dengan 34 medali.
Capaian Indonesia di Asian Youth Para Games 2025 ini menjadi sinyal positif bagi pembinaan atlet muda disabilitas nasional, sekaligus modal penting menuju kejuaraan internasional yang lebih besar di masa depan.
ANTARA









