BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah telah berhasil meraih peringkat ketiga kinerja terbaik Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tingkat nasional. Pencapaian ini menjadi wujud nyata dari komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat di wilayahnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengungkapkan apresiasi terhadap pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini tidak dapat dicapai sendirian dan membutuhkan kerja sama yang erat antar berbagai pihak.
Menurut Yuliansah, capaian peringkat ketiga TPID nasional merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan para pemangku kepentingan. Semua pihak bekerja bersama melalui berbagai upaya strategis untuk mengendalikan inflasi di provinsi ini.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain pelaksanaan pasar murah yang bertujuan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat. Kegiatan ini dianggap efektif dalam mencegah lonjakan harga barang esensial yang dapat membebani daya beli.
Selain itu, Bank Indonesia juga turut berperan aktif dalam mendukung upaya pengendalian inflasi di Kalimantan Tengah. Yuliansah menyatakan,
"BI juga terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh TPID Kalteng," Rabu, 17 Desember 2025.
Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kinerja pengendalian inflasi di masa depan.
"Semua pihak diharapkan tetap konsisten dalam menjalankan berbagai program yang telah direncanakan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga," pungkasnya. (PATHUR/j)









