PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keheningan menyelimuti GOR Serbaguna Indoor Km 5 Palangka Raya saat Open Turnamen Catur Tingkat Nasional Gubernur Cup 2025 memasuki fase penentuan. Arena yang biasanya riuh kini berubah menjadi ruang konsentrasi, tempat perang strategi dan emosi berlangsung tanpa suara.

Memasuki babak kelima pada Selasa malam, 16 Desember 2025 ratusan pecatur dari berbagai daerah tampak larut dalam perhitungan masing-masing. Ketukan jam catur menjadi satu-satunya bunyi yang memecah senyap, mengiringi setiap keputusan yang bisa menentukan nasib di papan pertandingan.

Raut wajah serius mendominasi ruangan. Para Master Nasional hingga pecatur pelajar Kalimantan Tengah duduk nyaris tanpa gerak, menatap papan seolah membaca masa depan dari susunan bidak yang tersisa.

“Di babak seperti ini, kesabaran dan kontrol emosi jauh lebih menentukan daripada sekadar hafalan teori,” ujar pelatih catur Palangka Raya, Sastradi, saat mendampingi anak asuhnya pada Rabu, 17 Desember 2025.

Ia menambahkan, tekanan semakin besar karena turnamen ini memperebutkan total hadiah Rp193 juta, sehingga satu kesalahan kecil dapat berdampak besar pada peluang juara.

Turnamen yang berlangsung hingga 18 Desember 2025 ini tak hanya menyeleksi pecatur terbaik, tetapi juga menjadi ujian ketahanan mental, terutama dengan jadwal pertandingan yang kerap berlangsung hingga larut malam. (TESTI PRISCILLA/y)