SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kegiatan Gebyar Bunda PAUD menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

“Gebyar Bunda PAUD ini memberikan apresiasi kepada Bunda PAUD dan Pokja di kecamatan, kelurahan, dan desa, sekaligus menyatukan persepsi dalam memberikan layanan terbaik bagi anak usia dini di wilayah masing-masing,” kata Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kotim, Legendaria Octa Bellary Nusaku, Rabu, 17 Desember 2025.

Hal itu ia sampaikan saat kegiatan Gebyar Bunda PAUD Kabupaten Kotim yang digelar di Aquarius Boutique Hotel.  Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Umar Kaderi. 

Peran Bunda PAUD di daerah sangat diharapkan untuk mengoordinasikan dan menggerakkan layanan PAUD, baik yang dikelola swasta, negeri, maupun berbasis desa. Seluruh unsur tersebut dituntut untuk saling berkolaborasi demi peningkatan layanan PAUD.

Ia menjelaskan, setiap tahun Bunda PAUD kecamatan akan mengikuti ajang apresiasi di tingkat kabupaten dan provinsi. Untuk tingkat provinsi, perwakilan yang dikirim merupakan juara pertama dari tingkat kabupaten. Selain itu, Bunda PAUD juga dipersiapkan untuk mendukung pengembangan PAUD Holistik Integratif (HI).

“Bunda PAUD di kecamatan nantinya akan memaparkan berbagai kegiatan dan inovasi yang telah dilaksanakan di wilayahnya kepada kami di tingkat kabupaten,” tambahnya.

Gebyar Bunda PAUD ini diikuti oleh 310 peserta yang terdiri dari Bunda PAUD kecamatan, kelurahan, dan desa, serta Pokja Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Kotim.

Legendaria menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya sembilan stakeholder terkait, atas dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin dalam mendukung kemajuan PAUD di Kotim.

Gebyar Bunda PAUD juga semakin bermakna dengan berbagai penampilan, seperti tari kreasi anak PAUD, layanan Sekolah Khusus (SKH), serta layanan pendidikan inklusi. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Disabilitas Internasional, yang menegaskan komitmen bersama bahwa setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak dan bermutu.

Dirinya mengungkapkan masih terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam pendidikan usia di di Kotim. Berdasarkan data, hingga kini masih ada sekitar 20 desa di daerah ini yang belum memiliki layanan PAUD.

“Ini menjadi perhatian serius dan membutuhkan peran aktif Bunda PAUD kecamatan, kelurahan, dan desa bersama Pokja untuk mendorong percepatan hadirnya layanan PAUD di wilayah tersebut,” ujarnya.

Dalam upaya peningkatan mutu pendidik PAUD, program Sarjana Guru PAUD telah mulai berjalan dan akan diperkuat pada awal 2026. Program ini dinilai strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik PAUD.

Ia juga mengapresiasi sejumlah kecamatan yang telah mengajukan proses penegerian taman kanak-kanak (TK). Saat ini, penegerian TK telah terealisasi di dua kecamatan, dan diharapkan ke depan setiap kecamatan di Kotim memiliki minimal satu TK negeri sebagai pusat layanan PAUD berkualitas.

Seluruh Bunda PAUD kecamatan diimbau aktif memonitor dan mendukung pelaksanaan PAUD Holistik Integratif di wilayah masing-masing. Pokja PAUD HI Kabupaten Kotim diketahui diketuai langsung oleh Sekretaris Daerah, sehingga pelaksanaannya menjadi program lintas sektor yang harus didukung bersama.

“Monitoring ini penting agar setiap kecamatan dapat menyiapkan satuan PAUD HI terbaik untuk mengikuti ajang apresiasi PAUD HI, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” katanya.

Dia mengajak seluruh Bunda PAUD untuk terus mendukung program prioritas wajib belajar 13 tahun, mulai dari pra PAUD hingga sekolah dasar, dengan dukungan penuh Pokja Bunda PAUD di semua tingkatan.

“Melalui sinergi, komitmen, dan kerja nyata bersama, kami optimistis program ini dapat berjalan baik dan memberikan dampak nyata bagi masa depan anak-anak di Kabupaten Kotim,” pungkasnya. (DEWI PATMALASA/RRI)