SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong percepatan peningkatan layanan listrik, khususnya di Desa Bangkuang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat menikmati akses listrik yang lebih stabil dan merata.

Anggota DPRD Kotim Daerah Pemilihan (Dapil) I, M Kurniawan Anwar, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti keluhan warga dengan mendorong PLN untuk segera melakukan peningkatan layanan.

“Beberapa hari yang lalu petugas termasuk juga pimpinan PLN Cabang Sampit sudah langsung survei dan ketemu dengan perwakilan beberapa warga. Insya Allah itu akan dikerjakan tidak dalam waktu lama lagi,” kata Kurniawan Anwar, Kamis, 18 Desember 2025.

Ia menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya, peningkatan layanan jaringan listrik di wilayah tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada triwulan pertama tahun 2026, yakni antara Januari hingga Maret. Selain Desa Bangkuang, masih terdapat sejumlah wilayah di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang pelayanannya dinilai belum optimal.

“Memang kita lihat untuk Mentawa Baru Ketapang saja masih ada beberapa yang minim pelayanan dari PLN. Termasuk juga di daerah terbaru setelah saya ada kunjungan ke lapangan itu di daerah Belanti juga di desa Bangkuang,” tambahnya.

Masyarakat berharap agar akses listrik segera ditingkatkan. Pasalnya, jumlah penduduk di Desa Bangkuang terus bertambah, namun infrastruktur kelistrikan belum mengikuti perkembangan tersebut.

“Oleh sebab itu kami tetap berupaya untuk mendorong PLN untuk bisa membuat jaringan listrik yang stabil yang bisa dinikmati seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini sebagian wilayah Desa Bangkuang, khususnya di kawasan Bangkuang Darat, memang sudah teraliri listrik. Namun karena keterbatasan jaringan, warga terpaksa berbagi meteran.

“Selama ini di desa Bangkuang memang ada yang sudah teraliri listrik, khususnya di daerah Bangkuang Darat.  Saat itu jumlah masyarakat masih belum terlalu banyak dan jarak mereka dari jalan HM Arsyad itu kurang lebih 2 km," paparnya. 

Kondisi itu menyebabkan masyarakat belum menikmati jaringan listrik yang bagus. Mereka menggunakan meteran yang dibagi beberapa rumah, artinya satu meteran dibagi beberapa rumah ditarik kabel yang panjang kurang lebih 1 km sampai 2 km.

"Dan disana juga ada musola oleh sebab itu kita berharap PLN segera untuk memberikan pelayanannya yang terbaik," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)