BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sihol Parningotan Lumban Gaol berharap kehadiran Tim Terpadu Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah diharapkan mampu membasmi pungutan liar yang diduga terjadi di SPBU.
“Tentu kami menyambut baik dan mengapresiasi pembentukan satgas ini. Ini menjadi langkah awal bagi kita semua, khususnya masyarakat Kotawaringin Timur. Ini merupakan langkah positif yang sudah lama dinantikan masyarakat,” kata Gaol, Kamis, 18 Desember 2025.
Dirinya berharap satgas tersebut benar-benar bekerja secara profesional dan konsisten. Terlebih, satgas ini diisi oleh unsur lintas instansi, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga TNI.
“Apalagi satgas ini diisi dari berbagai unsur di pemerintahan dan kepolisian termasuk militer. Artinya tidak akan mungkin bisa gagal dalam melakukan tindakan dan pelaksanaanya,” tambahnya.
Politisi Partai Demokrat itu menyoroti persoalan maraknya pungli di sekitar SPBU yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat dan sopir angkutan. Ia berharap dengan kehadiran satgas, praktik tersebut dapat dihentikan.
"Selama ini khususnya maraknya pungli di seputaran SPBU yang sering dituding adanya oknum-oknum baking dibelakangnya. Sehingga dengan kehadiran team satgas ini dipastikan tidak ada lagi yang berani menjadi baking," katanya.
Ia menegaskan DPRD Kotim menunggu hasil nyata dari kinerja satgas tersebut. Menurutnya, apabila dijalankan dengan sungguh-sungguh, Satgas Anti Premanisme dapat membawa perubahan dan menjadikan Kotim sebagai contoh bagi daerah lain.
“Sekali lagi kami mengapresiasi satgas ini hingga benar-benar masyarakat bisa melihat hasil dan perubahan yang signifikan di Kotawaringin Timur khususnya di Kota Sampit,” pungkasnya.
Sebelumnya, Tim Terpadu Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendatangi sejumlah SPBU di Kota Sampit sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penyimpangan oknum tidak bertanggung jawab. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan keberadaan satgas kepada masyarakat sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam melawan aksi premanisme.
Satgas yang dilengkapi bidang intelijen ini menyasar empat SPBU yang dinilai rawan berdasarkan data lapangan, yakni SPBU Bundaran KB, SPBU Pelita, SPBU Km 2 Jalan Sudirman, dan SPBU Samekto.
Informasi yang dihimpun sebelumnya mengindikasikan adanya dugaan pungli terhadap sopir truk dengan nominal mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per kendaraan, meski saat tim turun kondisi SPBU tampak sepi.
Adapun Satgas Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah Kotim melibatkan unsur lintas instansi, antara lain TNI, Polri, Kesbangpol, Satpol PP, serta dinas terkait lainnya, dan diketuai oleh Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Sugiharso. Pada tahap awal, sekitar 60 personel gabungan diterjunkan dengan fokus pada sosialisasi dan pendekatan persuasif, bukan penindakan. (DEWI PATMALASARI/y)









