BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, menyatakan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kota Palangka Raya yang akan menertibkan bangunan-bangunan yang berdiri di atas saluran drainase.
Penertiban direncanakan dilakukan di sepanjang Jalan Cristopel Mihing hingga kawasan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), dengan tujuan mengembalikan fungsi drainase sebagai fasilitas umum pengendali aliran air hujan.
Khemal mengatakan, dukungan tersebut diberikan setelah dirinya melakukan peninjauan lapangan dan melihat langsung kondisi saluran drainase yang sebagian tertutup bangunan.
“Bangunan yang berdiri di atas drainase telah menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan bahkan banjir saat hujan deras. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya, Kamis, 18 Desember 2025.
Menurutnya, saluran drainase di ruas tersebut memiliki peran penting dalam sistem pengelolaan air di wilayah utara Kota Palangka Raya. Namun, fungsinya semakin terganggu seiring maraknya bangunan yang menyempitkan bahkan menutup saluran.
Ia menilai langkah penertiban perlu dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan sesuai ketentuan hukum.
Pemko Palangka Raya, lanjut Khemal, telah menyampaikan bahwa penertiban akan dilakukan secara bertahap. Tahapan awal diawali dengan sosialisasi kepada pemilik bangunan mengenai dampak pembangunan di atas drainase, disertai pemberitahuan untuk melakukan pembongkaran atau penyesuaian bangunan.
Khemal menegaskan bahwa penertiban ini tidak semata untuk mengantisipasi banjir, tetapi juga bagian dari penataan ruang kota dan penegakan aturan pembangunan.
“DPRD mendukung penuh dan siap melakukan pengawasan agar penertiban berjalan sesuai prosedur dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.
Anggota DPRD dari Fraksi Golkar ini juga mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dan kooperatif dalam proses penertiban.
“Kami berharap para pemilik bangunan dapat memahami tujuan kebijakan ini. Pada akhirnya, yang diuntungkan adalah masyarakat Kota Palangka Raya secara keseluruhan,” pungkas Khemal. (MARINI/j)








