BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Arief Asrofi, bersama beberapa anggota legislatif lainnya melaporkan hasil kegiatan reses DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Kumai yang dilaksanakan pada15 Desember 2025.
“Reses ini menjadi sarana kami untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan infrastruktur dasar yang memang masih menjadi persoalan utama di Kecamatan Kumai,” jelas Arief Asrofi, Kamis, 18 Desember 2025.
Arief Asrofi menjelaskan, agenda reses pertama dilaksanakan di Desa Sungai Kendak dengan mengunjungi kantor desa dan didampingi aparatur desa serta Camat Kumai. Dalam kesempatan itu, pihaknya mengapresiasi pembangunan jalan yang telah dilakukan sejak tahun 2020.
“Kami melihat progres pembangunan jalan di Desa Sungai Tendang cukup baik. Salah satu ruas jalan bahkan telah diaspal dengan dukungan anggaran dari PUPR Bina Marga senilai lebih dari Rp3 miliar. Ini tentu patut diapresiasi,” jelas Arief Asrofi.
Arief Asrofi mengatakan masih terdapat sejumlah ruas jalan yang kondisinya sangat mendesak untuk ditangani. Salah satunya adalah jalan poros Auri–Candi Dalam Kembar di Desa Sungai Tendang yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan ini menjadi prioritas aspirasi masyarakat yang kami catat untuk diperjuangkan di tingkat daerah,” jelas Arief Asrofi.
Selain itu, lanjut Arief Asrofi, banyak gang lingkungan di Desa Sungai Tendang yang hingga kini belum mengalami peningkatan kualitas jalan. Hal tersebut dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi warga setempat.
Agenda reses kemudian dilanjutkan di Desa Batu Belaman dengan pertemuan yang dihadiri Sekretaris Desa, perangkat desa, Camat Kumai, serta masyarakat. Dalam pertemuan itu, persoalan jalan kembali menjadi sorotan utama.
“Di Desa Batu Belaman, jalan lingkungan yang masih berupa tanah liat sangat menyulitkan warga, terutama saat musim hujan. Ini jelas menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat,” jelas Arief Asrofi.
Arief Asrofi juga menyoroti kondisi jalan poros Pasir Panjang–Kumai yang dinilai mendesak untuk segera diperbaiki. Namun, ia mengingatkan bahwa ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Balai Jalan Nasional.
“Terkait jalan Pasir Panjang–Kumai, kami akan mendorong koordinasi melalui Dinas Bina Marga Kobar ke Balai Jalan Nasional yang berkantor di Palangka Raya agar segera mendapat perhatian,” jelas Arief Asrofi.
Selain infrastruktur jalan, DPRD Kobar juga menerima aspirasi terkait penguatan ekonomi desa. Di Desa Batu Balaman terdapat enam kelompok tani petani sayur dan dua kelompok nelayan yang membutuhkan infrastruktur penunjang produksi dan distribusi.
“Masyarakat berharap ada dukungan infrastruktur agar hasil pertanian dan perikanan mereka bisa lebih mudah dipasarkan, sehingga ekonomi desa bisa semakin kuat,” jelas Arief Asrofi.
Menurut Arief Asrofi, aspirasi lain yang turut disampaikan warga adalah persoalan jaringan listrik PLN di Jalan Durian, Desa Batu Balaman. Arif menyebutkan kondisi instalasi listrik di kawasan tersebut cukup mengkhawatirkan.
“Ada meteran KWH yang menumpuk di satu tiang dan kabel menjuntai ke puluhan rumah. Ini jelas tidak aman dan berpotensi membahayakan warga,” jelas Arief Asrofi.
Arief Asrofi menambahkan, DPRD Kobar telah melakukan koordinasi dengan pihak PLN melalui rapat dengar pendapat pada akhir November 2025 lalu. Dari hasil koordinasi tersebut, perbaikan jaringan listrik dijadwalkan akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Arief Asrofi menegaskan bahwa keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi APBD membuat pembangunan tidak bisa dilakukan sekaligus.
“Kami mohon masyarakat bersabar. Semua aspirasi sudah kami catat dan akan kami perjuangkan sesuai kewenangan masing-masing, dengan harapan pembangunan bisa dilakukan secara bertahap,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)









