PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kiprah pecatur wanita menjadi salah satu sorotan utama dalam Open Turnamen Catur Gubernur Cup Kalimantan Tengah 2025. Di tengah ketatnya persaingan pecatur papan atas nasional, nama Woman International Master (WIM) Herfesa Devi Shafira tampil menonjol dan mencuri perhatian publik.

Pecatur asal Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut sukses menembus peringkat 10 besar klasemen akhir. Dari total sembilan babak yang dimainkan, Herfesa berhasil mengumpulkan 7 poin, sebuah capaian impresif mengingat mayoritas lawannya merupakan pecatur berpengalaman di level nasional.

Selain Herfesa, prestasi pecatur wanita juga ditorehkan oleh Master Nasional (MN) Nishfa Dayyan Rahmah. Pecatur asal Kalimantan Selatan ini keluar sebagai pecatur wanita terbaik kedua dengan raihan 6 poin sepanjang turnamen.

Menariknya, dua pecatur wanita teratas pada ajang bergengsi ini masih berusia belasan tahun. Hal tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi pecatur wanita Indonesia berjalan positif dan memiliki potensi besar untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Meski mencatat hasil membanggakan, Herfesa mengaku belum sepenuhnya puas dengan pencapaiannya. Sebagai salah satu wakil Indonesia di kejuaraan dunia, ia menilai hasil tersebut masih berada di luar target pribadi yang telah ditetapkannya.

“Ini akan menjadi pembelajaran penting untuk turnamen-turnamen berikutnya,” ujar Herfesa saat diwawancarai Borneonews, Kamis, 18 Desember 2025.

Kepada pecatur cilik wanita, Herfesa berpesan agar terus berlatih dengan tekun, memperkuat mental bertanding, dan percaya diri menunjukkan kemampuan. Ia juga menegaskan ambisinya untuk terus berkembang dan membidik gelar Grandmaster, menjadikan setiap kekalahan sebagai pelajaran berharga dalam perjalanan kariernya. (SABRIANOOR/j)