SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Jumlah penumpang kapal laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diperkirakan naik sebesar 7 persen selama musim perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengelola pelabuhan dan operator kapal dalam mengantisipasi lonjakan aktivitas angkutan.

“Untuk itulah kami bersama pihak terkait mengantisipasi kenaikan ini dengan melakukan persiapan. Sebelumnya kami sudah empat kali menggelar rapat bersama stakeholder terkait,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian, Jumat, 19 Desember 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada Nataru 2024 jumlah penumpang naik tercatat sebanyak 2.384 orang dan penumpang turun 2.725 orang, dengan total sekitar 5.109 penumpang. Sedangkan untuk Nataru 2025 diperkirakan penumpang naik mencapai 2.567 orang dan penumpang turun 2.934 orang, atau total sekitar 5.501 penumpang.

“Berdasarkan data penumpang naik turun pada 2024 sebanyak 5.109 orang dan data prediksi tahun ini sebanyak 5.501 orang,” jelasnya.

Selama masa angkutan Nataru, pelayanan akan difokuskan pada 11 keberangkatan kapal, terdiri dari delapan keberangkatan kapal milik KM Dharma Lautan Utama dan tiga keberangkatan kapal milik PT Pelni. Keberangkatan kapal dijadwalkan berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 dengan rute tujuan Semarang dan Surabaya.

Ia menambahkan bahwa belum ada instruksi resmi mengenai dispensasi penambahan kapasitas penumpang, sehingga KSOP tetap berpedoman pada kapasitas maksimal yang telah ditetapkan untuk masing-masing kapal.

“Kami telah melakukan ramp check dan kapal-kapal dari dua operator tersebut dinyatakan laik laut sehingga diharapkan tidak ada kendala teknis selama musim Nataru,” imbuhnya.

Untuk memastikan kelancaran angkutan, KSOP mengoperasikan Posko Terpadu Pelabuhan Sampit yang melibatkan sejumlah instansi seperti Pelindo, Polsek, operator kapal, petugas kesehatan, dan lainnya hingga 5 Januari 2026.

“Semua sudah kami persiapkan bersama-sama. Kami yakin dengan kolaborasi dengan semua instansi, angkutan Nataru ini bisa kita laksanakan dengan baik dan humanis,” tutur Hotman.

Manajer PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, Hendrik Sugiharto, mengonfirmasi kesiapan dengan menyiapkan delapan keberangkatan kapal. Ia juga menyebut bahwa selama dua tahun terakhir, rata-rata jumlah penumpang masih di bawah kapasitas kapal, dan prediksi tahun ini diperkirakan tidak berbeda jauh.

“Kami siap melayani penumpang, termasuk angkutan kendaraan karena kapal kami jenis RoRo. Insyaallah akan terangkut semua,” ujar Hendrik.

Sementara itu, Kepala Operasi PT Pelni Cabang Sampit, Slamet Sadriana, menyampaikan kesiapan dengan tiga jadwal keberangkatan kapal yang telah ditetapkan. PT Pelni berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan mengoptimalisasi kerja sama demi kelancaran angkutan Nataru.

“Berdasarkan Nataru tahun lalu, jumlah penumpang sekitar 500 orang setiap kali kapal berangkat, padahal kapasitasnya 920 orang. Tapi Nataru ini tidak seperti Lebaran yang membeludak. Insyaallah terangkut semua,” ujar Slamet.

Dengan persiapan matang dan koordinasi intensif, diharapkan arus penumpang pelabuhan tetap aman, lancar, dan nyaman selama periode libur Nataru 2025–2026. (DEVIANA/j)