BORNEONEWS, Pulang Pisau – PLN Nusantara Power mengapresiasi sivitas akademi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya atas kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berfokus pada pengembangan keilmuan dan pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA).
Team Leader Lingkungan PLTU Nusantara Power, Dani Fatur Rahman, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang telah berjalan antara sektor industri dan dunia akademik.
Menurutnya, sinergi ini diharapkan mampu mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
“Tujuan utama program ini adalah membangun sinergitas antara sektor industri dengan sivitas akademika. Kami berharap, kolaborasi ini menjadi peningkatan dalam keilmuan sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Fatur, Jumat, 18 Desember 2025.
Ia menjelaskan, salah satu fokus kerja sama tersebut adalah pemanfaatan FABA sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi sirkular masyarakat. Saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap produk berbasis FABA terbilang tinggi, mulai dari batako, paving block, hingga material pendukung tanah uruk, terutama untuk fondasi di wilayah dengan karakteristik tanah gambut.
“Permintaan produk FABA cukup tinggi. Bahkan hingga saat ini masih terdapat antrean atau waiting list untuk batako dan paving. Masyarakat sekitar juga meminta dukungan FABA sebagai tanah uruk karena sifatnya yang mampu membantu desementasi pada lahan gambut,” jelas Fatur.
Fatur menambahkan, salah satu tolok ukur keberhasilan kerja sama ini adalah terbitnya kajian teknis dan jurnal publikasi ilmiah dari pihak UMPR. Ia mengungkapkan, hasil kajian tersebut telah terbit dan diharapkan segera berlanjut pada tahap hilirisasi produk agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Terkait aspek keamanan, Dani menegaskan bahwa FABA saat ini telah dilindungi oleh regulasi pemerintah. Berdasarkan Peraturan Presiden, FABA tidak lagi dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), melainkan masuk dalam kategori non-B3.
“Secara regulasi FABA sudah aman. Namun demikian, tetap diperlukan perlakuan khusus dalam pengaplikasiannya agar pemanfaatannya tepat guna dan sesuai standar,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, PLN Nusantara Power dan UMPR berharap tercipta hubungan saling membutuhkan yang berkelanjutan, bahwa industri terbantu dalam pemanfaatan FABA, sedangkan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dan lingkungan dari produk yang dihasilkan. (RETHA/y)









