BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memastikan ketersediaan pangan strategis, terutama beras, gula, dan minyak goreng, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Kepala Kantor Bulog Wilayah Kalimantan Tengah, Budi Sultika, mengatakan stok pangan tersebut telah tersimpan di gudang Bulog yang tersebar di kabupaten dan kota se-Kalteng.
“Beras, gula, dan minyak goreng saat ini tersedia di gudang-gudang Bulog daerah,” ujar Budi di Palangka Raya, Sabtu, 20 Desember 2025.
Berdasarkan data per 17 Desember 2025, Bulog Kalteng mencatat stok beras sekitar 14 ribu ton, gula 112.180 kilogram, serta minyak goreng 325.443 liter. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Dengan stok ini, pasokan pangan kita aman dan sangat mencukupi untuk beberapa bulan ke depan,” jelasnya.
Budi menambahkan, Bulog juga memproyeksikan adanya penyerapan hasil panen petani di Kalimantan Tengah pada Maret 2026, sehingga ketersediaan beras dipastikan tetap terjaga.
Seiring dengan itu, Bulog mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena pasokan pangan di wilayah Kalteng berada dalam kondisi stabil.
“Kami harap masyarakat tetap tenang. Ketersediaan pangan di daerah kita aman dan terkendali,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru harga rata-rata pangan strategis yang dirilis Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, harga di tingkat konsumen relatif stabil. Beras medium tercatat sekitar Rp13.667 per kilogram, beras premium Rp17.015 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta minyak goreng—baik curah, premium, maupun Minyakita—berkisar Rp16.025 hingga Rp22.625 per liter.









