PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) terus mempercepat gerakan literasi daerah guna mengejar ketertinggalan Tingkat Gemar Membaca (TGM) dibandingkan rata-rata nasional.

Kepala Dispursip Kalteng, Adiah Chandra Sari, menyebutkan berbagai langkah telah ditempuh, mulai dari penguatan sarana dan prasarana perpustakaan hingga pelaksanaan kegiatan literasi berskala strategis.

“Kami mendorong gerakan literasi melalui peningkatan fasilitas, penguatan program, serta kegiatan seperti Festival Literasi,” ujarnya di Palangka Raya, Sabtu, 20 Desember 2025.

Berdasarkan data terbaru, TGM Kalimantan Tengah berada di kisaran 62 persen, masih tertinggal dari rata-rata nasional yang mencapai sekitar 72 persen. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan budaya membaca di daerah.

Adiah mengakui, upaya peningkatan literasi tidak terlepas dari berbagai kendala, baik di tingkat daerah maupun nasional. Bahkan, hasil survei UNESCO menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah secara global.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dispursip Kalteng memperkuat kolaborasi lintas pihak, termasuk menjalin komunikasi dan pertemuan rutin dengan para pegiat literasi di berbagai daerah.

Sepanjang 2025, Dispursip Kalteng memfokuskan program pada penguatan fondasi literasi, salah satunya melalui pembenahan fasilitas perpustakaan agar lebih nyaman dan ramah pengunjung, serta pengembangan layanan berbasis digital.

“Perpustakaan dengan fasilitas yang baik akan mendorong masyarakat untuk datang, membaca, dan memanfaatkan layanan yang tersedia,” tegas Adiah.

Selain itu, Dispursip juga terus mengembangkan Digital Library iKalteng yang direncanakan bertransformasi menjadi Huma Betang Digital Library. Platform ini disiapkan sebagai layanan buku digital yang mudah diakses masyarakat, sekaligus wadah bagi penulis lokal untuk mempublikasikan karyanya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov Kalteng berharap minat baca masyarakat terus meningkat dan kesenjangan TGM dengan angka nasional dapat dipersempit secara bertahap.