SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan nelayan dan operator kapal kecil agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan selatan Kalimantan Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Haji Asan Kotawaringin Timur, Mulyono Leo Nardo, mengatakan prakiraan cuaca menunjukkan peluang terjadinya gelombang laut dengan ketinggian mencapai sekitar 1,5 meter.

“Untuk kapal besar seperti RoRo, feri, dan kapal penumpang berukuran besar, kondisi ini masih tergolong aman. Namun, bagi kapal nelayan dan kapal kecil, perlu kewaspadaan ekstra,” ujarnya di Sampit, Sabtu, 20 Desember 2025.

Menurut Mulyono, gelombang dengan ketinggian tersebut tidak terlalu memengaruhi operasional kapal milik PT Pelni maupun PT Dharma Lautan Utama yang melayani angkutan penumpang dan barang menjelang Natal dan Tahun Baru.

Sebaliknya, kondisi tersebut dinilai berisiko bagi kapal berukuran kecil, karena berpotensi menyebabkan kapal oleng, terbalik, bahkan karam.

Untuk itu, BMKG mengimbau nelayan agar tidak memaksakan diri melaut saat kondisi cuaca mulai memburuk atau menunjukkan tanda-tanda ekstrem.

Selain gelombang laut, BMKG Kotim juga secara rutin menyampaikan informasi pasang surut Sungai Mentaya sebagai acuan bagi kapal yang akan keluar-masuk pelabuhan, sehingga dapat menghindari risiko kandas.

“Pasang tertinggi umumnya terjadi pada malam hari, sekitar tengah malam. Dengan kondisi tersebut, jadwal kapal diperkirakan tidak mengalami banyak perubahan dalam beberapa pekan ke depan,” jelasnya.

Mulyono menambahkan, BMKG terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan menyediakan informasi cuaca serta pasang surut yang diperbarui secara berkala, khususnya dalam menghadapi periode Nataru.