PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan  Bun - Simpang empat Jalan Pemuda - Jalan Lijo - Jalan Palagan Sari yang berada di dekat Pasar Palagan Sari, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dinilai rawan kecelakaan dan kerap memakan korban, baik kecelakaan antar kendaraan maupun kecelakaan tunggal.

Menurut Opi salah seorang barista Warkop Senang Hati yang berada tepat di sekitar persimpangan tersebut, kecelakaan di lokasi itu bukan hal baru dan sering kali terjadi hampir setiap waktu.

“Di sini sering sekali terjadi kecelakaan, baik tabrakan antar pengendara maupun kecelakaan tunggal,” kata Opi, Sabtu, 20 Desember 2025.

Menurut Opi, kecelakaan tidak hanya terjadi saat kondisi lalu lintas padat. Bahkan ketika situasi jalan sedang lengang, insiden kecelakaan tetap kerap terjadi di simpang empat tersebut.

“Bukan hanya pas ramai saja. Kadang lalu lintas lagi sepi pun tetap ada kecelakaan di simpang ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rifki, salah seorang penikmat kopi yang kerap nongkrong di warkop tersebut. Ia menilai banyak pengendara yang melintasi simpang empat itu tidak mau mengurangi kecepatan kendaraannya, baik saat melaju lurus maupun ketika hendak berbelok.

“Banyak pengendara yang lewat sini seperti tidak mau pelan. Mau lurus atau belok tetap saja ngebut,” ungkap Rifki.

Akibatnya, lanjut Rifki, tidak sedikit kecelakaan tunggal yang dialami pengendara sepeda motor karena tidak mampu menguasai kendaraannya saat berbelok, hingga terperosok ke selokan di pinggir jalan, terutama dari arah Bundaran Pancasila menuju Jalan Palagan Sari.

“Sering motor jatuh sendiri dan masuk selokan, terutama dari arah Bundaran Pancasila ke Palagan Sari,” ujar Rifki.

Menurut Rifki, tidak hanya pengendara roda dua, pengendara roda empat juga kerap mengalami kesulitan saat berbelok dari arah Bundaran Pancasila menuju Jalan Palagan Sari. Rifki menyebut adanya jalur lintasan kendaraan saat membelok menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan.

“Kalau mobil itu tantangannya jalur lintas saat membelok di tikungan gorong- gorong dekat penjual nasi goreng pinggir, tikungannya cukup patah, jadi sering ada roda mobil yang masuk ke parit,” jelasnya.

Warga sekitar berharap adanya perhatian dan penanganan serius dari pihak terkait, baik melalui pemasangan rambu lalu lintas, perbaikan infrastruktur jalan, maupun rekayasa lalu lintas guna meminimalisir angka kecelakaan di simpang empat tersebut. (WAHYU KRIDA/j)