BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada cuaca ekstrem menjelang akhir tahun 2025.
Hasan menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Palangka Raya, periode akhir tahun ini memiliki potensi tinggi terjadinya cuaca ekstrem akibat perubahan pola cuaca regional.
Beberapa kecamatan di kota telah merasakan dampaknya, seperti genangan air di sejumlah titik jalan dan kerusakan pada beberapa bangunan ringan setelah diterjang angin kencang.
"Ikuti perkembangan kondisi cuaca secara berkala akan membantu warga dalam mengambil langkah antisipatif. Hindari aktivitas yang berisiko tinggi saat cuaca ekstrem terjadi," imbaunya, Sabtu, 20 Desember 2025.
Dia juga mengingatkan agar masyarakat melakukan pemeriksaan terhadap tempat tinggal masing-masing, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir atau longsor.
Kemudian, meminta masyarakat membersihkan selokan dan drainase sekitar rumah, memperkuat atap dan struktur bangunan, serta memastikan barang berharga berada di tempat yang aman.
Selanjutnya, mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting saat cuaca ekstrem terjadi. Bagi yang harus keluar rumah, disarankan berhati-hati, menjauhi pohon besar yang berpotensi tumbang akibat angin.
Dia mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menjaga satu sama lain, terutama bagi kelompok yang lebih rentan seperti lansia, anak-anak, dan keluarga kurang mampu.
"Tindakan kepedulian seperti memberikan informasi, membantu evakuasi, atau berbagi bantuan akan sangat berarti dalam menghadapi kondisi cuaca," tambahnya.
Hasan Busyairi berharap melalui imbauan itu, seluruh masyarakat Palangka Raya dapat melewati masa cuaca ekstrem jelang akhir tahun dengan aman dan tidak ada korban yang terjadi. (MARINI/y)









