PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Pulang Pisau menggelar Pentas Kesenian Tahun 2025 yang ditutup dengan aksi solidaritas Seniman Pulang Pisau peduli Sumatra. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Disbudporapar, Sabtu malam, 20 Desember 2025.

Ketua Komite Seni Budaya Nusantara Pulang Pisau, Dede Stevanus, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KSBN sepanjang tahun 2025. KSBN sendiri mulai aktif bergerak sejak April lalu, diawali dengan peringatan Hari Tari Sedunia.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan KSBN. Tahun ini kami menggelar dua event besar, salah satunya pameran seni rupa yang kami beri judul Hajamuk atau Handep hapakat Jumpa Temu Karya,” ujar Dede.

Pameran tersebut menampilkan berbagai karya seni rupa seniman lokal Pulang Pisau, serta melibatkan sejumlah pelaku seni dari Palangka Raya. Dalam rangkaian kegiatan itu, KSBN juga menggelar agenda kolaboratif seperti melukis bersama dan kerja sama dengan sejumlah komunitas, salah satunya komunitas Sipet Pasah Itah.

“Kami juga mengadakan fun games, termasuk menyipet, sebagai bentuk pengenalan dan pelestarian budaya lokal,” tambahnya.

Dede menjelaskan, pentas seni yang digelar pada malam penutupan merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan. Awalnya, acara ini hanya dirancang sebagai pergelaran seni, namun melihat kondisi terkini, KSBN memutuskan untuk menambahkan aksi penggalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

“Ini bentuk empati kami. Banyak seniman Pulang Pisau terlibat malam ini, termasuk pelaku ekonomi kreatif seperti musisi, rapper, hingga band lokal. Hasil donasi akan disalurkan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana melalui lembaga yang benar-benar bisa dipercaya,” jelasnya.

Menurutnya, KSBN akan selektif dalam memilih mitra penyaluran bantuan, terutama lembaga yang memiliki akses dan fasilitas memadai agar bantuan dapat sampai dengan cepat dan tepat sasaran.

Lebih jauh, Dede menilai perkembangan seni dan budaya di Kabupaten Pulang Pisau dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, dinilai semakin meningkat.

“Tujuan kami dalam berkesenian dan berbudaya adalah regenerasi. Kami berharap ada generasi penerus agar budaya ini tidak hilang. Dengan semakin banyaknya anak muda yang terlibat, kami merasa perjuangan selama ini mulai berdampak,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Dede, KSBN dan komunitas seni di Pulang Pisau terus melakukan berbagai eksperimen kreatif, seperti mengombinasikan musik tradisional dengan musik modern, membentuk komunitas musik rap, hingga komunitas stand-up comedy.

“Kami sering berkolaborasi dan mengeksplorasi berbagai bentuk seni untuk menemukan alternatif hiburan baru bagi masyarakat Pulang Pisau,” pungkasnya. (RETHA/H)