BORNEONEWS, Palangka Raya – Program Nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah secara resmi tersebar di seluruh wilayah Kota Palangka Raya.
Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, pembentukan KDMP telah berhasil dilakukan di semua 30 kelurahan yang ada di kota ini.
KDMP sendiri merupakan upaya nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong kemandirian ekonomi lokal dengan prinsip gotong royong.
Konsep ini diharapkan dapat mengubah wajah koperasi desa menjadi lembaga yang lebih adaptif dan mampu berperan aktif dalam perekonomian daerah.
Anggota DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim menegaskan pentingnya keberadaan KDMP bagi perkembangan ekonomi kota. Menurutnya koperasi memiliki peran strategis yang tidak bisa digantikan oleh bentuk lembaga ekonomi lain.
"Keberadaan KDMP diharapkan mampu menggerakkan perekonomian kota dengan menjadikan koperasi sebagai lembaga ekonomi modern yang berdaya saing dan berkelanjutan," tegas Arif, Minggu, 21 Desember 2025.
Dalam pelaksanaannya, Arif harapkan KDMP di setiap kelurahan akan fokus pada sektor-sektor potensial lokal. Beberapa bidang yang akan menjadi prioritas antara lain usaha pertanian, peternakan, perikanan, serta usaha kecil dan menengah yang berbasis produk lokal khas Palangka Raya.
Serta menyarankan Pemerintah Kota Palangka Raya juga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan KDMP.
Dukungan tersebut mencakup pelatihan bagi pengurus dan anggota, bantuan permodalan, serta fasilitasi akses pasar untuk produk-produk yang dihasilkan oleh masing-masing koperasi.
"Harapan besar terkait KDMP bukan hanya sebatas pada peningkatan pendapatan anggota, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang kuat dan merata di seluruh wilayah kota. Dengan demikian, ekonomi kerakyatan yang berbasis gotong royong dapat benar-benar terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Palangka Raya," harapnya. (MARINI/R)









