TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Komisi III DPRD Kabupaten Barito Timur turun langsung meninjau hasil perbaikan jalan dan jembatan penghubung Desa Hayaping–Desa Janah Jari, Kecamatan Awang, Minggu, 21 Desember 2025.

Peninjauan ini menitikberatkan pada kesesuaian volume dan kualitas pekerjaan dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Peninjauan dipimpin Ketua Komisi III Kariato, didampingi Wakil Ketua Rafi Hidayatullah serta anggota I Putu Widid Septiawan dan JM Idat. Rombongan turut didampingi Kepala Desa Hayaping Krisnayadi dan Ketua RT 06 Desa Hayaping Rinton.

Di lokasi, Komisi III menemukan pekerjaan jembatan yang dinilai belum rapi. Sisa material berupa jembatan darurat dan tonggak kayu juga belum dibersihkan, sehingga berpotensi menghambat aliran sungai. Selain itu, rombongan bersama aparat desa juga melakukan pengukuran volume pekerjaan cor jalan.

“Kami sebagai Komisi III meninjau langsung hasil pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan penghubung Hayaping–Janah Jari karena sebelumnya menerima keluhan masyarakat terkait kualitas pekerjaan,” kata Kariato usai peninjauan.

Menurutnya, pertanyaan warga mencakup volume, kualitas pekerjaan, hingga besaran anggaran. Karena itu, Komisi III merasa berkewajiban memastikan kondisi di lapangan sesuai perencanaan.

“Kami tidak mempersoalkan siapa kontraktornya. Yang penting, volume dan kualitas pekerjaan harus sesuai RAB dan waktu pengerjaan,” tegasnya.

Kariato juga menyoroti kondisi jalan penghubung yang dinilai belum maksimal meski hampir setiap tahun dilakukan perbaikan. 

“Hampir setiap tahun ada pekerjaan, tapi belum selesai-selesai. Kondisi jalan masih seperti itu dan terus dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi III baru melakukan peninjauan secara umum berdasarkan laporan warga. Kariato meminta dinas teknis melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan kesesuaian volume dan kualitas pekerjaan.

“Tadi kami dengar ada dua pekerjaan jembatan ulin, dua box culvert, dan dua peningkatan jalan cor beton. Cor jalan yang kami lihat volumenya sekitar 5,5 x 55 meter, apakah dengan anggaran kurang lebih Rp200 juta untuk cor jalan sudah sesuai? Ini perlu dicermati agar ke depan penggunaan anggaran semakin efisien dan tujuan perbaikan benar-benar tercapai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hayaping Krisnayadi mengapresiasi langkah Komisi III DPRD Barito Timur yang turun langsung menanggapi keluhan warga.

“Saya selaku Kepala Desa ikut ke lapangan dan melihat langsung. Kondisi jembatan yang dikerjakan terlihat belum tuntas,” katanya.

Krisnayadi pun meminta kontraktor segera menyelesaikan dan merapikan pekerjaan agar infrastruktur dapat berfungsi optimal. Terkait jalan penghubung Hayaping–Janah Jari, ia berharap perbaikan ke depan dilakukan lebih maksimal, termasuk penggantian jembatan kayu menjadi jembatan beton.

Selain itu Krisnayadi berharap tahun 2026 pemerintah kabupaten tidak lagi menunda pembangunan jembatan beton pada di Sungai Awang.

“Kami berharap Jembatan Sei Awang pada 2026 sudah mulai dibangun jembatan beton. Masyarakat sudah tidak mau lagi jika hanya perbaikan sementara,” tegasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)