BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim Rinie menegaskan pentingnya pemeriksaan tes urine secara ketat terhadap sopir angkutan umum dan travel menyusul meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas dalam sepekan terakhir di daerah ini.
Rinie menilai lonjakan kecelakaan yang terjadi dalam waktu singkat tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Ia meminta aparat terkait segera mengambil langkah tegas sebelum jumlah korban semakin bertambah.
“Tes urine harus dilakukan secara mendadak dan rutin, bukan hanya saat kegiatan tertentu atau bersifat seremonial. Jangan menunggu sampai jatuh korban lebih banyak,” kata Rinie, Senin, 22 Desember 2025.
Menurutnya, peningkatan kecelakaan dalam hitungan hari menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Ia mendorong agar faktor kelalaian pengemudi, termasuk dugaan penggunaan obat-obatan terlarang atau zat yang memengaruhi kesadaran, diusut secara serius.
“Sopir angkutan dan travel membawa banyak nyawa. Jika pengemudi berada di bawah pengaruh narkoba atau obat keras, risikonya sangat besar dan tidak bisa ditoleransi,” ujarnya.
Rinie meminta Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Kotim, serta BNNK Kotim untuk memperkuat sinergi dalam melakukan tes urine secara berkala.
Pemeriksaan tersebut dinilai perlu difokuskan pada sopir travel antarkota, angkutan penumpang, hingga kendaraan logistik yang beroperasi hampir tanpa jeda waktu.
Selain aspek penyalahgunaan zat, Rinie juga menyoroti persoalan jam kerja sopir yang kerap melebihi batas wajar. Menurutnya, kelelahan ekstrem sering menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas, namun masih sering diabaikan.
Ia menegaskan, perusahaan travel dan pemilik angkutan harus bertanggung jawab penuh dengan memperketat pengawasan internal. Mulai dari memastikan waktu istirahat sopir terpenuhi, hingga kondisi fisik dan mental pengemudi benar-benar layak saat mengemudi.
“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan angkutan, dan sopir harus disiplin. Jangan sampai kelalaian berujung pada hilangnya nyawa masyarakat,” tambahnya.
DPRD Kotim mendorong evaluasi menyeluruh sistem pengawasan angkutan umum apabila tren kecelakaan masih terus meningkat.
Rinie berharap langkah-langkah tegas tersebut mampu menekan angka kecelakaan sekaligus mengembalikan rasa aman bagi pengguna jalan di Kotim. (DEWI PATMALASARI/R)









