BORNEONEWS, Sampit – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pasar Subuh Sampit menjadi saksi lonjakan signifikan permintaan ayam potong yang menyelimuti suasana sukacita masyarakat.
Pedagang ayam potong di pasar ini melaporkan peningkatan penjualan hingga 40 persen dalam beberapa hari terakhir.
“Kalau kemarin saya jual 35 ekor per hari, sekarang sudah naik menjadi 40 ekor,” ujar Mila, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Subuh, Senin, 22 Desember 2025.
Mila yang berjualan setiap harinya tepat di depan gerbang masuk Pasar Subuh dari pukul 11.00 WIB - 21.00 WIB mengungkapkan permintaan daging ayam potong saat ini naik sekitar 40 persen dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Kalau hari biasa biasanya rata-rata terjual 140 ekor potong, tapi Jepang libur Nataru ini bisa 200 potong ekor ayam. Naik dari sebelumnya, mungkin banyak acara masyarakat," sebutnya.
Menurutnya, meningkatnya permintaan ayam potong di pasar tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat menghidangkan sajian spesial di hari raya Natal dan Tahun Baru untuk menjamu kerabat mereka.
“Banyak orang yang ingin merayakan dengan hidangan ayam, sehingga kami harus pastikan stok cukup dan kualitas terjaga,” tambahnya.
Karena tingginya permintaan harga ayam juga mulai mengalami kenaikan sejak tiga hari lalu. Saat ini, harga ayam dibandrol Rp40 ribu per kilogram.
Ada kenaikan Rp5 ribu per kilo dari sebelumnya yang hanya Rp35 ribu. "Kami berharap penjualan ayam tetap stabil sampai setelah tahun baru," harapnya. (DEVIANA/R)









