PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus berupaya menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan pasar murah yang digelar di sejumlah kecamatan, kelurahan, dan desa yang telah ditetapkan.

Kegiatan pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat kurang mampu yang berpotensi terdampak inflasi, sekaligus memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok berkualitas dengan harga terjangkau.

Selain itu, program ini juga menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah agar harga kebutuhan pokok tetap stabil di pasaran menjelang momentum hari besar keagamaan.

Bupati Kobar, Nurhidayah, menyampaikan, bahwa secara umum kondisi bahan pokok di daerah masih dalam kategori terkendali.

Upaya pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah dinilai mampu menahan lonjakan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun.

“Bahan pokok konteksnya masih terkendali, bisa kita menekan inflasi memang di tengah kebutuhan ini, namun ada pula komoditi cabai rawit yang harganya cukup tinggi,” ujar Nurhidayah, Senin, 22 Desember 2025.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menyediakan sebanyak 7.000 paket sembako. Setiap paket memiliki harga normal sebesar Rp160.000, namun disubsidi oleh pemerintah daerah sebesar Rp140.000 atau sekitar 87,5 persen. Dengan demikian, masyarakat hanya perlu membayar Rp20.000 per paket.

Paket sembako tersebut berisi kebutuhan pokok utama, yakni beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 2 kilogram.

Penyaluran paket pasar murah ini diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah sasaran agar manfaatnya benar-benar tepat guna.

Nurhidayah tidak hanya menekankan intervensi pasar, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu, agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai rawit.

“Untuk itu, bunda juga memberikan edukasi sekaligus menekankan untuk ibu-ibu bisa menanam cabai rawit sendiri di pekarangan rumahnya. Ini bisa membantu meringankan ekonomi ibu-ibu Kotawaringin Barat. Nanti ibu-ibu juga bisa mendapatkan bibit cabai rawit secara gratis, saya minta Dinas Pertanian Kobar untuk menyiapkannya,” tambah Nurhidayah.

Melalui kombinasi program pasar murah dan edukasi ketahanan pangan keluarga ini, Pemerintah Kabupaten Kobar berharap pengendalian inflasi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.(NURITA/R)