BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berharap Musayawarah Daerah (Musda) XI Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kotim akan menghasilkan pengurus yang mengedepankan pembinaan qori dan qoriah daerah ini.
"Saya berharap kepada kepengurusan LPTQ Kotim yang terpilih dalam Musda ini, dapat meningkatkan kinerja lembaga, sehingga tidak hanya semata-mata untuk kepentingan organisasi yang dikedepankan tetapi dalam rangka peningkatan prestasi qori dan qoriah Kotim dalam even MTQH tingkat Provinsi Kalimantan Tengah," kata Pj Sekda Kotim Umar Kaderi, Senin, 22 Desember 2025.
Hal itu ia sampaikan saat membuka Musda XI LPTQ Kotim di Aula Islamic Center Sampit. Kegiatan tersebut merupakan momentum untuk meninjau ulang secara keseluruhan posisi organisasi dengan memperhatikan keberhasilan dan kekurangan dalam pelaksanan program kerja yang dilaksanakan oleh kepengurusan yang lama.
Melalui Musda ini pula nantinya dapat melakukan penataan organisasi dan merumuskan langkah-langkah serta program kerja yang bisa dilaksanakan dalam rangka memperkuat dinamika organisasi LPTQ di masa yang akan datang bersama ketua terpilih yang akan memimpin lembaga ini menuju yang lebih baik.
Dalam perkembangan kedepan, peran dan fungsi LPTQ dalam peningkatan prestasi dan pengamalan Al-Al-Quran di daerah ini tidak hanya sekedar memperkuat dan melestarikan apa yang telah ada. Tetapi kepengurusan yang baru harus mampu melahirkan gagasan-gagasan dan langkah-langkah baru yang signifikan untuk membina dan memajukan berbagai aspek program kerja selama ini.
"Pada kesempatan ini, saya merasa yakin kepada peserta musda yang telah membahas program kerja dan menyusun program kerja akan mengedepankan bobot dan efektivitas program dibandingkan dengan banyaknya program tapi tidak bisa dilaksanakan, sehingga program kerja tidak hanya sekedar menampilkan daftar keinginan yang belum tentu bisa dilaksanakan," ujarnya.
Umar menekankan, program kerja yang efektif untuk LPTQ Kotim hendaknya memperhatikan 5 hal yakni koherensi dan kesesuaian program dengan visi dan misi organisasi; daya dukung sumber daya organisasi; faktor-faktor ekternal yang mempengaruhi jalanya program; fokus kebutuhan dan skala prioritas; serta responsibilitas masyarakat terhadap program yang telah dilaksanakan selama ini.
"Ke depan saya sangat mengharapkan peran aktif dari lembaga ini untuk lebih intensif melakukan pencarian bibit-bibit baru dan pembinaan terhadap qori dan qoriah, hafiz dan hafizah, mufassir dan mufassirah maupun cabang lainnya yang telah berprestasi selama ini. Jangan sampai mereka merasa tidak mendapat perhatian dari LPTQ maupun Pemkab Kotim," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









