BORNEONEWS, Sampit – Peringatan Hari Ibu 2025 dimaknai sebagai momentum refleksi atas peran penting perempuan dalam mendorong kemajuan daerah.
Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie menegaskan perempuan kini memiliki posisi strategis, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan di berbagai sektor.
Menurut Rinie, paradigma lama yang memposisikan perempuan sebatas pengurus rumah tangga sudah tidak relevan. Saat ini, perempuan memiliki kontribusi besar dalam menentukan arah pembangunan daerah, khususnya terkait isu-isu perempuan dan anak.
“Perempuan saat ini berperan jauh lebih luas. Tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga ikut menentukan kebijakan dan pembangunan daerah, terutama dalam menangani persoalan perempuan dan anak,” ujar Rinie, Senin, 22 Desember 2025.
Ia menilai, keterlibatan aktif perempuan menjadi sangat penting mengingat berbagai persoalan sosial di Kotim banyak berkaitan langsung dengan perempuan dan anak. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, stunting, keterbatasan akses pendidikan, hingga perlindungan anak, membutuhkan kehadiran perempuan dalam proses pengambilan keputusan.
Sebagai wakil rakyat, Rinie menegaskan komitmen DPRD Kotim untuk memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak pada perempuan dan anak. Ia mendorong adanya penguatan regulasi, peningkatan alokasi anggaran untuk program pemberdayaan perempuan, serta kolaborasi lintas sektor agar upaya perlindungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Selain itu, Rinie menekankan, peran ibu di dalam keluarga tetap menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus. Namun, peran tersebut harus diimbangi dengan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan berkiprah di ruang publik.
Ia berharap ke depan semakin banyak perempuan di Kotim yang berani tampil, berkontribusi, dan terlibat aktif dalam pembangunan daerah, sehingga tercipta masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
“Selamat Hari Ibu 2025. Perempuan yang berdaya akan melahirkan generasi yang kuat dan menjadi kunci masa depan Kotim yang lebih baik,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









