BORNEONEWS, Pulang Pisau - Panen raya jagung kuartal IV tahun 2024 yang dipusatkan di lahan PT Menteng Kencana Mas (MKM), Kabupaten Pulang Pisau, menjadi panen jagung terbesar di Kalimantan Tengah. Panen tersebut merupakan bagian dari program swasembada pangan nasional yang didukung penuh oleh jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan mengatakan, panen jagung kali ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan produksi pangan daerah, khususnya jagung, yang selama ini masih berada pada tren minus.
“Hari ini kita melaksanakan panen jagung kuartal keempat. Total lahan yang ditanam seluas 100 hektare dan yang dipanen hari ini sekitar 60 hektare. Ini merupakan yang terbesar di Kalimantan Tengah,” katanya, Senin, 22 Desember 2025.
Menurut Iwan, panen tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan pihak swasta, khususnya Citra Borneo Indah (CBI) Group melalui PT MKM. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menjalankan amanat Presiden terkait swasembada pangan.
“Dari total luasan panen kuartal IV di seluruh Kalimantan Tengah mencapai sekitar 76 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 385 ton jagung. Panen di PT MKM menjadi kontributor terbesar dari total tersebut,” jelasnya.
Iwan berharap, hasil panen ini dapat membantu mengeluarkan Kalimantan Tengah dari zona merah produksi jagung dan secara bertahap menuju kondisi surplus. Selain peningkatan produksi, kepolisian daerah juga menyiapkan dukungan pascapanen berupa program pengeringan dan penyediaan gudang. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu petani dan mitra dalam menjaga kualitas jagung agar dapat dipasarkan dengan lebih baik.
“Polri memiliki program pengeringan dan gudang, sehingga hasil panen bisa disimpan lebih lama, dijual ke luar daerah, bahkan berpotensi untuk ekspor,” ungkapnya.
Iwan juga menyampaikan apresiasi kepada H. Abdul Rasyid AS, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan, khususnya jagung. Ke depan, ia berharap program tanam jagung ini dapat terus dikembangkan dengan luasan yang lebih besar, bahkan hingga ribuan hektare, agar manfaatnya semakin dirasakan bagi ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
“Kalau ini terus berkembang, kami optimistis Kalimantan Tengah bisa menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional, khususnya untuk komoditas jagung,” tandasnya. (AHMAD ANSHARI/J)









