JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pendeta Victor Tinambunan mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto telah menutup sementara operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Provinsi Sumatera Utara.

"Jadi sekarang operasionalnya ditutup dan menurut saya ini satu langkah yang sangat positif dari Presiden," ujarnya dalam wawancara cegat, Senin 22 Desember 2025.

Victor menyatakan Presiden Prabowo sangat peduli dengan kelestarian alam. Menurutnya, hal itu tertuang di dalam Astacita Presiden Prabowo, nomor dua dan delapan.

"Kita yang kita tahu sejak awal, sejak kampanye pun dan sampai sekarang beliau sangat peduli pada kelestarian alam," katanya.

"Dengan Astacita Presiden itu, nomor 2 dan nomor 8 itu sangat jelas bagaimana beliau sangat menekankan pentingnya kita merawat alam di Indonesia," kata dia melanjutkan.

Menurut Victor, fenomena banjir dan longsor yang terjadi di tiga provinsi saat ini bukanlah bencana alam biasa. Ia menyebutkan bahwa hal tersebut karena ulah manusia yang telah merusak hutan dan kelestarian alam.

"Berdasarkan kajian yang kami terima, bencana yang terjadi di Sumatera ini tidak, maaf, bukan bencana alam biasa, tetapi kami sebut sebagai bencana ekologis, bencana karena ulah manusia yang merusak hutan," ungkapnya.

Oleh karena itu, Victor bersama gereja-gereja Sumatera Utara di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menyampaikan rasa kepeduliannya melalui perayaan Natal bersama dan doa untuk penyintas bencana alam yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Kepada saudara-saudara kami, umat Kristen di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kami seluruh umat Kristen berdoa di tengah-tengah kesulitan ini, bencana ini. Kiranya Tuhan memberikan ketabahan kekuatan, kami tahu bahwa penderitaan ini berat," ucapnya.

Selain itu, gereja-gereja Sumatera Utara, kata Victor, telah mengumpulkan donasi untuk membantu saudara-saudara yang terkena dampak bencana alam di tiga provinsi. Victor menjelaskan HKBP sendiri telah mengumpulkan dana Rp10 miliar untuk membantu penyintas banjir dan longsor.

"Tetapi tidak hanya mendoakan sedaya mampu gereja-gereja sudah berbuat, menolong sedaya mampu HKBP sendiri sampai sekarang sudah mengumpulkan lebih dari Rp10 miliar hanya dari HKBP dan kami terus salurkan. Kita melihat banyak sekali organisasi keagamaan yang menolong saudara-saudara kita. Jadi, kita berdoa dan pemerintah terutama sangat serius," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Kehutanan melakukan audit dan evaluasi total izin operasi Toba Pulp Lestari yang bergerak pada sektor pengolahan hasil hutan, khususnya bubur kertas atau pulp dan produk turunan lainnya.

"Khusus untuk PT Toba Pulp Lestari, PT TPL, yang banyak diberitakan. Bapak Presiden secara khusus memerintahkan kepada saya untuk audit dan evaluasi total terhadap PT TPL ini," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (15/12) sore, sebelum Sidang Kabinet Paripurna.

Raja Juli melanjutkan dirinya kemudian menginstruksikan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki untuk fokus mengawal audit tersebut.

ANTARA