PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Aktivitas pengemis di Kota Cantik kian bebas berkeliaran minta-minta uang di jalan. Saban hari jumlah mereka terus bertambah.

Kondisi ini ditenggarai karena longgarnya pengawasan dan penindakan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Palangka Raya selaku penegak peraturan daerah.

Makin 'liarnya' para pengemis yang merupakan warga pendatang inipun dikeluhkan oleh politisi Golkar yang juga Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Sudarto.

Sudarto mencontohkan aktivitas pengemis di simpang Jalan Diponegoro - Jalan Pilau. Di sini ada seorang ibu-ibu yang secara usia masih kuat bekerja, tapi memilih untuk mengemis.

"Saat saya ambil foto, si pengemis itu marah. Kenapa foto-foto," ucap Sudarto kepada Borneonews.co.id, Selasa 23 Desember 2025 melalui sambungan WhasApp.

Makin maraknya aktivitas pengemis ini menurut Sudarto akan merusak citra Kota Cantik sebagai kota pendidikan dan sebagai barometer ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.

Oleh karena itu pihaknya menyarankan kepada Satpol PP supaya tegas dengan pengemis. Jangan hanya dilakukan pembinaan saja, tapi harus dikembalikan ke daerah asal atau difasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan.

Di sisi lain pihaknya juga menyayangkan sikap Satpol PP karena dinilai kurang responsip. "Mereka sudah kita lapori, tapi tidak ada tindakan di lapangan," keluh anggota dewan tiga periode ini.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto telah memerintahkan anggota untuk turun ke lapangan. (ROKIM)