BORNEONEWS, Sampit – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mencetak rekor tertinggi dengan menembus level Rp2.502.000 per gram pada perdagangan sejak Senin (22/12/2025) sampai saat ini.
Kenaikan sebesar Rp11.000 dibandingkan hari sebelumnya yang berada di angka Rp2.491.000 per gram, menandai momentum positif bagi investor dan pemilik emas.
Mengutip laman resmi Logam Mulia Antam, kenaikan harga juga terjadi pada emas ukuran terkecil, yakni emas 0,5 gram yang kini dihargai Rp1.301.000, naik Rp5.500 dari perdagangan sebelumnya.
Untuk ukuran lain, emas Antam 5 gram dijual seharga Rp12.285.000, sementara ukuran 10 gram dibanderol Rp24.515.000.
Emas ukuran 25 gram dan 50 gram dipasarkan dengan harga masing-masing Rp61.162.000 dan Rp122.245.000.
Selain itu, emas 100 gram dijual Rp244.412.000, sedangkan emas 500 gram dan 1.000 gram dibanderol Rp1.221.320.000 dan Rp2.442.600.000.
Harga buyback atau pembelian kembali emas juga mengalami peningkatan signifikan. Harga buyback naik Rp11.000 menjadi Rp2.361.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya pada Rp2.350.000 per gram.
Kondisi ini sangat menguntungkan bagi pemilik emas lama, karena mereka bisa mendapatkan harga jual yang tinggi saat ini.
Sebagai gambaran, pada 26 November 2022, harga emas Antam masih berada di level Rp936.000 per gram.
Jika seseorang membeli emas 5 gram pada periode tersebut dengan total Rp4.680.000 dan menjualnya saat ini dengan harga Rp11.805.000 (belum termasuk pajak), maka keuntungan yang diperoleh sekitar Rp7.125.000.
Berikut rincian lengkap harga emas Antam, Senin (22/12/2025):
- 0,5 gram: Rp1.301.000
- 1 gram: Rp2.502.000
- 2 gram: Rp4.944.000
- 3 gram: Rp7.391.000
- 5 gram: Rp12.285.000
- 10 gram: Rp24.515.000
- 25 gram: Rp61.162.000
- 50 gram: Rp122.245.000
- 100 gram: Rp244.412.000
- 250 gram: Rp610.765.000
- 500 gram: Rp1.221.320.000
- 1.000 gram: Rp2.442.600.000
Kenaikan harga emas ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik yang mendorong logam mulia tetap menjadi instrumen investasi aman. Para investor diimbau untuk memanfaatkan momentum ini sebagai peluang investasi strategis. (DEVIANA/R)









