SAMP –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kecamatan Bukit Santuai menggelar rapat koordinasi yang dihadiri seluruh kepala desa, sekretaris desa, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Kepala Seksi Tata Pemerintahan se-kecamatan.

Kegiatan ini merupakan langkah evaluasi dan penguatan tata kelola pemerintahan desa tahun 2025 guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Camat Bukit Santuai, Agus Saptono menjelaskan rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Kamis 18 Desember 2025 membahas berbagai agenda strategis yang menjadi prioritas bersama. 

“Salah satu fokus utama kami adalah persiapan listrik masuk desa yang menjadi upaya penting dalam pemerataan akses energi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh desa di Kecamatan Bukit Santuai,” ujarnya, Rabu, 23 Desember 2025.

Pihaknya juga mengulas pengelolaan keuangan desa dengan penekanan pada transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Ia menekankan pentingnya tata kelola keuangan desa yang baik sebagai pondasi keberhasilan pembangunan di tingkat desa. 

“Pengelolaan keuangan harus selalu transparan dan akuntabel agar masyarakat dapat memantau dan mempercayai proses pembangunan di desanya,” tambahnya.

Tidak kalah penting, pengelolaan website desa turut menjadi pembahasan untuk meningkatkan pelayanan informasi dan keterbukaan. 

“Pemanfaatan website desa bukan hanya menjawab tuntutan era digital, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menyampaikan informasi terkait pelayanan dan program pemerintah kepada warga,” tutur Agus.

Dia mengungkapkan dalam rapat koordinasi tersebut, usulan Nomor Induk Pemerintahan Desa (NIPDes) juga menjadi agenda penting sebagai bagian dari pemetaan administrasi pemerintahan desa yang akan membantu dalam pengelolaan data dan administrasi pemerintahan lebih terstruktur dan mudah diakses.

Ia menyampaikan optimisme bahwa rangkaian kebijakan dan program yang dibahas dalam rapat akan memberikan dampak positif bagi kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. 

“Kami yakin dengan sinergi yang kuat antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat, semua program dapat terlaksana dengan baik dan membawa perubahan nyata,” pungkasnya. (DEVIANA/R)