BORNEONEWS, Sampit - Angin kencang yang beberapa kali melanda Kabupaten Kotawaringin Timur dalam sebulan terakhir menyebabkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat fenomena Siklon 93S.
“Kami monitor di berbagai platform, siklon 93S masih berada di wilayah selatan Laut Jawa. Besar dan kecil dia akan punya pengaruh pada cuaca di Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, Selasa, 23 Desember 2025.
Menurutnya, angin kencang yang secara berkala terjadi masih berpotensi muncul dalam waktu dekat. Seperti yang terjadi pada Minggu (21/12) siang hingga sore di Sampit, dimana angin dengan kecepatan mencapai 60 km/jam merusak atap empat bangunan dan menyebabkan sejumlah pohon tumbang.
“Beberapa bangunan yang atapnya rusak antara lain SMPN 1 Sampit yang atapnya terbang sampai ke SMPN 2 Sampit serta Puskesmas Ketapang 1, sebuah tempat usaha di Jalan S Parman, dan sebuah rumah makan di Terowongan Nur Mentaya,” jelasnya.
Selain itu, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di beberapa ruas jalan seperti Tjilik Riwut dan Kapten Mulyono.
Multazam menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat muncul gumpalan awan hitam di langit, yang biasanya menandai tiupan angin kencang yang menyusul.
“Kami mengimbau masyarakat segera berlindung di tempat aman dan tidak berdiri di dekat pohon besar, bangunan, atau tiang listrik yang rawan roboh,” tegasnya.
Multazam juga menyampaikan evaluasi terkait kerusakan bangunan atau atap rusak umumnya menggunakan baja ringan dan konstruksinya kurang kuat. Sehingga ia mengimbau pemilik bangunan untuk memperkuat rangka dan atap agar tidak mudah rusak diterpa angin kencang.
“Selain itu, kami mengajak masyarakat rutin mengecek informasi cuaca dari BMKG dan BPBD yang terus diperbarui, serta berterima kasih kepada media yang telah membantu penyebaran informasi kewaspadaan dan kedaruratan,” pungkasnya.
Upaya antisipasi dan kewaspadaan bersama diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari cuaca ekstrem yang melanda Kotawaringin Timur belakangan ini. (DEVIANA/j)









