PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya mendorong hilirisasi sumber daya alam sebagai upaya menekan inflasi dan meningkatkan nilai jual produk daerah.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Tengah Tahun 2025 yang dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Sekda, disebutkan bahwa tantangan ekonomi ke depan meliputi fluktuasi APBD serta inflasi yang dipengaruhi oleh komoditas pangan, khususnya menjelang akhir tahun.

Pemprov Kalteng menekankan perlunya sinergi antara program strategis daerah, seperti Kartu Huma Betang Sejahtera, dengan program nasional Asta Cita Presiden RI, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Cetak Sawah Rakyat (CSR), serta pengembangan sekolah unggulan.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti potensi Carbon Trading mengingat tutupan hutan Kalimantan Tengah mencapai 67 persen, serta pentingnya hilirisasi pangan melalui Rice Milling Unit (RMU) dan pabrik pakan ternak.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ingin bergerak cepat, bagaimana kita juga bisa memproduksi sendiri beras, kemudian juga pakan ternak. Ini menjadi hal yang bisa mengurangi inflasi yang ada di Kalimantan Tengah,” ujar Leonard di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 23 Desember 2025. (HERMAWAN DP/j)