PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Launching sekaligus pemotongan pita ekspor perdana produk unggulan pelaku Usaha Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Palangka Raya Tahun 2025 telah resmi digelar di Klinik Ekspor, Toko Lifestyle Nusantara Jalan G. Obos VII / Jalan Yos Sudarso VI Palangka Raya. Usaha lokal di daerah tersebut sukses mengekspor produk berbahan lokal seperti tas dan kerajinan tangan lainnya.

Acara itu dihadiri sejumlah pejabat di antaranya Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya dan Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini.

Dalam kesempatan tersebut Achmad Zaini menyampaikan bahwa meskipun ekspor perdana ini merupakan pencapaian penting bagi daerah, terdapat tantangan utama yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha lokal.

Menurutnya, kendala terkait kualitas produk dan standarisasi menjadi hambatan utama yang perlu segera diatasi agar UMKM dan IKM Palangka Raya dapat terus bersaing di pasar global.

"Perbedaan standar mutu antar negara tujuan ekspor seringkali menjadi kendala teknis yang kompleks. Para pelaku usaha perlu memahami dan mengikuti berbagai persyaratan yang ditetapkan oleh negara tujuan, mulai dari keamanan produk, kemasan, hingga label yang sesuai dengan ketentuan lokal," katanya, Selasa, 23 Desember 2025.

Kendala kualitas juga muncul akibat keterbatasan akses terhadap teknologi produksi yang modern dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang standarisasi internasional. 

"Banyak pelaku usaha yang masih menggunakan metode produksi tradisional yang belum sepenuhnya memenuhi standar global, sehingga perlu adanya pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan," tambahnya.

Dalam laporan yang disampaikannya, disebutkan bahwa persiapan ekspor perdana ini telah melalui tahapan pendampingan khusus untuk mengatasi permasalahan kualitas dan standarisasi. Beberapa langkah telah diambil, antara lain pelatihan teknis, asesmen produk, serta bantuan dalam pengurusan sertifikasi yang diperlukan untuk memasuki pasar internasional.

"Klinik Ekspor yang menjadi lokasi acara ini juga difungsikan sebagai pusat layanan untuk membantu pelaku usaha mengatasi kendala terkait kualitas dan standarisasi. Di sinilah para UMKM dan IKM dapat memperoleh informasi, bimbingan teknis, serta akses ke berbagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan mutu produk mereka," tuturnya.

Achmad Zaini menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus bekerja sama dengan DPKUKMP dan pihak terkait untuk menyelesaikan kendala tersebut. Rencana ke depan meliputi penyediaan fasilitas uji lab produk, pelatihan berkelanjutan bagi pelaku usaha, serta kerja sama dengan lembaga sertifikasi internasional untuk mempermudah proses verifikasi kualitas.

Meskipun menghadapi tantangan, Wakil Wali Kota tetap optimis bahwa dengan upaya bersama, kendala kualitas dan standarisasi dapat diatasi.

"Ekspor perdana ini diharapkan menjadi awal dari langkah berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan IKM Palangka Raya, sehingga produk lokal tidak hanya mampu memasuki pasar global tetapi juga menjadi pilihan utama konsumen dunia," pungkasnya. (MARINI/j)