PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Sumadi, mengajak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya untuk segera memperkuat kerja sama dengan Kepolisian. Langkah ini diperlukan untuk meningkatkan intensitas pengawasan serta penindakan terhadap peredaran obat dan makanan ilegal yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Menurut Sumadi, peredaran produk obat dan makanan yang tidak memenuhi standar atau bahkan ilegal menjadi ancaman serius bagi kesejahteraan warga Kota Palangka Raya. Beberapa kasus yang pernah terdeteksi menunjukkan bahwa barang-barang tersebut beredar secara luas, baik di pasar tradisional, warung kecil, maupun melalui saluran daring yang sulit diawasi.

BBPOM dinilai sebagai instansi yang bertanggung jawab dalam pengawasan mutu obat dan makanan memerlukan dukungan yang kuat dari Kepolisian untuk melakukan penindakan yang tegas. Kerjasama yang erat akan memudahkan proses penyelidikan, pengumpulan bukti, hingga penuntutan hukum terhadap pelaku yang mengedarkan produk ilegal tersebut.

Sumadi menjelaskan bahwa kerja sama yang diharapkan meliputi beberapa aspek utama, antara lain pembentukan tim gabungan untuk melakukan patroli dan pemeriksaan secara berkala di berbagai titik penjualan. Selain itu, perlu juga adanya mekanisme informasi yang saling terhubung agar setiap laporan atau informasi tentang produk ilegal dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

"Selain pengawasan dan penindakan, kerja sama antara BBPOM dan Kepolisian juga perlu difokuskan pada pencegahan melalui penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang bahaya mengkonsumsi obat dan makanan ilegal serta cara memilih produk yang aman dan terstandarisasi," jelansya, Selasa, 23 Desember 2025.

Sumadi mengakui bahwa tantangan dalam menangani peredaran produk ilegal tidaklah kecil, terutama karena metode penjualan yang semakin canggih dan menyembunyikan jejak. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah yang proaktif dan kolaboratif agar upaya penindakan dapat memberikan hasil yang maksimal.

Ia mengimbau agar BBPOM Palangka Raya segera melakukan koordinasi dengan Kepolisian untuk menyusun kerjasama yang jelas dan memiliki target yang terukur. Selain itu, juga perlu adanya pemantauan berkala terhadap implementasi kerja sama tersebut agar dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

"Dengan kerja sama yang kuat antara BBPOM dan Kepolisian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat dalam mengakses obat dan makanan. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan warga Kota Palangka Raya," pungkas Sumadi. (MARINI/j)