PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah atau OJK Kalteng menegaskan bahwa stabilitas Sektor Jasa Keuangan atau SJK di wilayah Kalimantan Tengah tetap terjaga meski dinamika perekonomian global terus meningkat.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan terpercaya menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Menurutnya, peningkatan inklusi keuangan yang merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah merupakan fondasi penting untuk memperluas akses keuangan dan memperkuat daya saing daerah.

“Kami melihat stabilitas sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah masih terjaga dengan baik. Namun, tantangan di era digital saat ini adalah maraknya penipuan dan aktivitas keuangan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat serta menghambat terciptanya iklim keuangan yang kondusif,” ujar Primandanu pada Rabu, 24 Desember 2025.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, OJK Kalteng terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Lembaga Jasa Keuangan, Pemerintah Daerah, serta para pemangku kepentingan melalui Satgas PASTI atau Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal.

Satgas ini berkomitmen melakukan langkah pencegahan melalui edukasi dan penanganan terhadap praktik keuangan ilegal.

Primandanu menambahkan, upaya ini diharapkan mampu melindungi masyarakat, meningkatkan kepercayaan terhadap sektor jasa keuangan, serta memperkuat peran sektor keuangan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Kami ingin memastikan masyarakat terlindungi dari praktik keuangan ilegal. Dengan kepercayaan yang semakin kuat terhadap sektor jasa keuangan, maka peran sektor ini sebagai penggerak ekonomi daerah akan semakin optimal dan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional,” tegasnya.

Dengan langkah tersebut, OJK Kalteng berharap iklim keuangan yang kondusif dapat terus terjaga, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang inklusif dan berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA)