PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat Dana Pihak Ketiga atau DPK yang dihimpun Bank Umum di wilayah ini mengalami pertumbuhan positif pada posisi Oktober 2025. Dibandingkan Oktober 2024, DPK tumbuh sebesar 11,96 persen year-on-year (yoy).

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalteng, Erwan Suryono menjelaskan bahwa nilai DPK meningkat Rp5,66 triliun, dari Rp47,29 triliun pada Oktober 2024 menjadi Rp52,95 triliun pada Oktober 2025.

“Pertumbuhan DPK ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan semakin kuat, sekaligus mencerminkan kondisi ekonomi daerah yang stabil,” ujarnya pada Rabu, 24 Desember 2025.

Menurut Erwan, peningkatan DPK menjadi bukti bahwa masyarakat semakin aktif menempatkan dana mereka di perbankan, baik dalam bentuk tabungan, giro, maupun deposito. Hal ini juga menandakan adanya peningkatan literasi keuangan di Kalimantan Tengah.

“Masyarakat kini lebih sadar akan pentingnya menabung dan mengelola keuangan melalui lembaga resmi,” katanya.

Ia menambahkan, pertumbuhan DPK memberikan ruang bagi perbankan untuk memperluas penyaluran kredit produktif. Dengan demikian, dana masyarakat yang dihimpun dapat kembali ke sektor riil dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bank Umum memiliki peran strategis dalam menyalurkan dana ke sektor-sektor prioritas, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Erwan.

OJK Kalteng juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan pelayanan yang baik. Erwan menegaskan bahwa pengawasan terus dilakukan agar perbankan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian.

“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan DPK ini tidak hanya angka, tetapi benar-benar berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dengan capaian tersebut, OJK Kalteng optimistis perbankan di daerah akan semakin kokoh menghadapi tantangan ekonomi global. Primandanu berharap sinergi antara regulator, perbankan, dan masyarakat terus diperkuat.

“Kami percaya, dengan dukungan semua pihak, sektor keuangan di Kalteng akan semakin inklusif, sehat, dan berdaya saing,” jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)