PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peluncuran 70 buku cerita anak dwibahasa oleh Balai Bahasa Kalteng mendapat perhatian khusus karena seluruh karya disusun dengan pendekatan STEM yakni Science, Technology, Engineering, dan Mathematics.

Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau menjelaskan bahwa integrasi STEM dalam cerita anak akan menumbuhkan minat baca sekaligus membangun pola pikir ilmiah sejak dini.

“Dengan pendekatan STEM, anak-anak tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga belajar konsep sains dan teknologi secara sederhana,” kata Sukardi pada Rabu, 24 Desember 2025.

Ini adalah, lanjut Sukardi, langkah strategis untuk menyiapkan generasi yang literat sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani menyampaikan bahwa bacaan yang mengandung muatan kedaerahan ini memberikan manfaat bagi anak, guru, dan orang tua untuk meningkatkan budaya membaca.

“Apalagi dengan muatan STEM, sehingga anak-anak membaca buku cerita yang juga dapat menambah pengetahuan mereka,“ tutur Jayani. (TESTI PRISCILLA/j)