PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kinerja Bank Umum di daerah ini tetap menunjukkan pertumbuhan positif pada posisi Oktober 2025. Dibandingkan Oktober 2024, penyaluran kredit dan pembiayaan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalteng, Erwan Suryono, menyampaikan bahwa kredit/pembiayaan Bank Umum tumbuh sebesar 7,21 persen year-on-year (yoy). Nilainya naik Rp3,57 triliun, dari Rp49,50 triliun pada Oktober 2024 menjadi Rp53,07 triliun pada Oktober 2025.

“Pertumbuhan ini menunjukkan peran perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kalteng semakin kuat,” ujarnya.

Erwan menjelaskan, peningkatan kredit tersebut sejalan dengan kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor, baik konsumtif maupun produktif. Menurutnya, hal ini menjadi sinyal positif bahwa masyarakat dan pelaku usaha semakin percaya pada perbankan sebagai mitra dalam menggerakkan roda ekonomi.

“Bank Umum terus berkomitmen menyalurkan pembiayaan yang sehat dan produktif,” katanya.

Meski kredit tumbuh, OJK Kalteng juga mencatat adanya kenaikan tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL). Angka NPL naik dari 1,62 persen pada Oktober 2024 menjadi 2,22 persen pada Oktober 2025.

“Kenaikan ini masih dalam batas wajar, dan tetap terjaga di bawah ambang batas 5 persen yang ditetapkan regulator,” jelas Erwan.

Ia menegaskan, OJK bersama perbankan terus melakukan langkah pengawasan dan mitigasi risiko untuk menjaga kualitas kredit. Upaya tersebut dilakukan agar pertumbuhan kredit tidak menimbulkan tekanan terhadap stabilitas sektor keuangan.

“Kami memastikan bahwa perbankan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, OJK Kalteng optimistis sektor perbankan akan tetap kokoh menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Erwan berharap perbankan terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami percaya, dengan sinergi antara regulator, perbankan, dan masyarakat, pertumbuhan kredit akan semakin sehat dan berkelanjutan,” katanya. (TESTI PRISCILLA/j)