PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kinerja pendapatan dan hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kalimantan Tengah hingga 30 November 2025 menunjukkan tren positif. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalteng mencatat realisasi mencapai Rp8.333,32 miliar atau 92,12 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Kanwil DJPb Kalteng, Herry Hernawan, menyebut capaian tersebut tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Realisasi pendapatan dan hibah APBN Kalteng tumbuh Rp1.130,83 miliar atau 15,70 persen secara tahunan (year on year/yoy),” ujar Herry di Palangka Raya, Rabu, 24 Desember 2025.

Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya Pajak Dalam Negeri yang tumbuh 11,78 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh penguatan penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas serta jenis pajak lainnya.

Selain itu, kinerja Pajak Perdagangan Internasional juga mencatat lonjakan tajam. Hingga November 2025, penerimaan dari sektor ini meningkat Rp433,57 miliar atau tumbuh 178,76 persen (yoy).

Kontribusi terbesar berasal dari Bea Keluar, yang naik Rp432,43 miliar atau 180,51 persen (yoy). Bahkan, realisasi Bea Keluar telah mencapai 595,17 persen dari target 2025, dengan komoditas utama minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya yang menyumbang hingga 91,82 persen.

“Kinerja Bea Keluar yang sangat positif ini dipengaruhi oleh kenaikan harga referensi CPO yang cukup tinggi sejak awal 2025,” jelas Herry.

Ia memaparkan, pada November 2025, harga referensi CPO yang ditetapkan Kementerian Perdagangan mencapai 963,75 dolar AS per metrik ton, tumbuh 0,19 persen (yoy). Secara kumulatif, periode Januari–November 2025 mencatat pertumbuhan 12,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasi juga melampaui target. Hingga akhir November, PNBP mencapai 148,35 persen, dengan pertumbuhan 12,78 persen (yoy).

Kinerja PNBP tersebut terutama didorong oleh penerimaan kementerian dan lembaga, khususnya Polri, yang mencatat realisasi hingga 666,08 persen dan tumbuh 8,51 persen (yoy). Kontribusi terbesar berasal dari layanan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), serta pengamanan objek vital.

Sementara itu, pada sisi belanja, Belanja APBN Kalimantan Tengah hingga 30 November 2025 telah terealisasi Rp28.867,42 miliar atau 85,06 persen dari pagu. Angka ini tumbuh Rp2.273,33 miliar atau 8,55 persen (yoy).

Capaian tersebut mencerminkan akselerasi pelaksanaan program pemerintah pusat di daerah, sekaligus menunjukkan peran APBN dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah sepanjang 2025.