PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam Gelar Wicara Peluncuran Buku Cerita Anak Dwibahasa Kalimantan Tengah di akhir Tahun 2025, Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau menekankan pentingnya literasi berbasis kedaerahan.

“Bacaan yang memuat bahasa daerah akan memperkuat identitas anak-anak Kalimantan Tengah. Mereka tidak hanya belajar membaca, tetapi juga mengenal akar budaya dan bahasa leluhur,” ungkap Sukardi Gau kepada Borneonews pada Rabu, 24 Desember 2025.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan penulis lokal serta dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadikan buku ini sebagai sarana edukasi yang bermanfaat bagi anak, guru, dan orang tua.

“Balai Bahasa juga terus mendorong pelestarian bahasa daerah melalui program pembinaan, dokumentasi, serta pengembangan sastra daerah sebagai bagian dari khazanah budaya Kalimantan Tengah," tegasnya.

Ia berharap, melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, upaya merawat bahasa dan sastra di Kalimantan Tengah dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kita harapkan di tahun yang akan datang Balai Bahasa mampu mengakomodir lebih banyak penulis untuk menghasilkan lebih banyak buku cerita anak,“ tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)