JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Libur Natal dan Tahun Baru selalu identik dengan hiruk pikuk. Taman Margasatwa Ragunan pun bersiap menyambut gelombang pengunjung yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun di balik ramainya liburan, ada pesan penting yang ingin disampaikan: satwa juga perlu ketenangan dan rasa aman.

Momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dimanfaatkan pengelola Ragunan untuk mengajak pengunjung tidak sekadar berwisata, tetapi juga lebih peduli terhadap kehidupan satwa. Tahun ini, Ragunan mengusung tema “Selamatkan Satwa, Lestari Kehidupan Bumi”.

Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan, Endah Rumiyati, menyebut tema tersebut selaras dengan semangat Natal sekaligus komitmen konservasi. 

“Tema ini tidak hanya relevan dengan semangat Natal, tetapi juga sejalan dengan komitmen konservasi satwa yang mengedepankan kelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 24 Desember 2025.

Ajakan peduli itu diterjemahkan dalam hal-hal sederhana, namun berdampak besar bagi satwa. Staf Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ragunan, Wahyudi Bambang, menekankan pentingnya sikap pengunjung saat berada di dekat kandang. 

“Satwa adalah makhluk hidup yang peka terhadap lingkungan di sekitarnya. Maka diimbau untuk tidak menjerit, tidak memberi makan sembarangan, menjaga jarak aman dari kandang, serta selalu mematuhi arahan petugas di lapangan,” katanya.

Menurut Wahyudi, suara teriakan atau perilaku yang mengganggu bisa membuat hewan stres bahkan bereaksi defensif. Karena itu, ketertiban pengunjung bukan hanya soal kenyamanan bersama, tetapi juga bagian dari menjaga kesejahteraan satwa.

Imbauan lain yang kembali ditegaskan adalah larangan merokok di area Ragunan. Kebun binatang ini masuk dalam kawasan tanpa rokok (KTR) di Jakarta, demi kesehatan pengunjung sekaligus satwa.

Di tengah pesan edukasi tersebut, Ragunan tetap menghadirkan daya tarik liburan. Selama Nataru, pengelola menyiapkan atraksi pemberian pakan satwa (feeding animal) dengan nuansa khusus Natal dan Tahun Baru.

Kegiatan ini akan digelar di sejumlah titik favorit, mulai dari Pusat Primata Schmutzer, kandang jerapah, harimau Sumatra, kudanil, burung pelikan, gajah Sumatra, hingga buaya muara. Atraksi ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan yang tetap ramah bagi satwa.

Seiring potensi lonjakan pengunjung, Ragunan juga memastikan kesiapan layanan. Koordinasi internal dan eksternal dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan selama libur panjang. 

“Kami telah melakukan koordinasi secara internal maupun eksternal guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur Nataru,” kata Endah.

Taman Margasatwa Ragunan tetap buka selama liburan, mulai 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan akses masuk melalui Pintu Utara dan Pintu Barat. Harga tiket pun masih terjangkau, yakni Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak, yang bisa dibeli secara luring maupun daring.

Data menunjukkan, pada hari kerja biasa Ragunan dikunjungi sekitar 1.000 hingga 3.000 orang per hari. Angka ini bisa melonjak drastis saat musim liburan. Pada libur Lebaran 2025, misalnya, total pengunjung mencapai 455.000 orang, dengan rata-rata harian puluhan hingga ratusan ribu orang.

Angka itu menegaskan satu hal: Ragunan selalu menjadi magnet wisata warga Jakarta. Di tengah ramainya liburan, ajakan untuk lebih tenang, tertib, dan peduli menjadi pesan utama—agar liburan menyenangkan tak harus mengorbankan kenyamanan satwa.

Libur boleh ramai, tapi kepedulian tetap harus dijaga. Di Ragunan, liburan bukan sekadar rekreasi, melainkan juga pelajaran tentang menghormati kehidupan lain di bumi.