BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengimbau seluruh masyarakat agar merayakan pergantian Tahun Baru 2026 secara sederhana, tidak berlebihan, serta tetap menjaga ketertiban dan toleransi antarumat beragama.
Imbauan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor: 019/1960/SETDA.PRO-KP/2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pergantian Tahun Baru 2026. Surat edaran ini dikeluarkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap situasi nasional, khususnya empati kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam surat edaran tersebut, Halikinnor meminta seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, BUMD, serta masyarakat Kotim untuk tidak menggelar perayaan Tahun Baru secara berlebihan.
“Perayaan pergantian tahun diimbau tidak dilakukan secara berlebihan, termasuk konvoi kendaraan dan penggunaan kembang api,” ujarnya, Rabu, 24 Desember 2025.
Sebagai gantinya, pelaksanaan kegiatan Tahun Baru 2026 diarahkan pada aktivitas yang lebih positif dan bermakna, seperti kegiatan religius, reflektif, dan sosial. Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk menggelar doa bersama serta penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana alam.
Selain itu, Halikinnor menekankan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Masyarakat diimbau untuk menjaga suasana kondusif, khususnya menghormati umat Nasrani yang sedang menjalankan rangkaian ibadah Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026.
“Seluruh kegiatan keagamaan diharapkan dapat berlangsung dengan khidmat, aman, dan tertib,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar daerah, khususnya melalui jalur lintas Provinsi Kalimantan Tengah–Kalimantan Selatan, agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Hal ini seiring dengan potensi peningkatan arus lalu lintas yang bertepatan dengan pelaksanaan Haul Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan, pada 28 Desember 2025.
"Diharapkan seluruh pihak dapat mendukung dan melaksanakan imbauan ini dengan penuh tanggung jawab demi menjaga ketertiban, keamanan, serta kondusivitas wilayah Kotim," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









