BANJARBARU –

BORNEONEWS, Banjarbaru – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan mengoperasikan 73 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Kalsel dan Kalteng.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran mobilitas pengguna kendaraan listrik selama periode libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengatakan ketersediaan SPKLU yang tersebar merata menjadi faktor penting dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan darat menggunakan kendaraan listrik.

“Jika dipetakan, jarak antarlokasi SPKLU sekitar 41,35 kilometer. Ini sangat aman, mengingat jarak tempuh kendaraan listrik saat ini sudah mencapai ratusan kilometer,” ujar Iwan di Banjarbaru, Kamis, 25 Desember 2025.

Ia menjelaskan, seluruh SPKLU yang tersedia telah beroperasi penuh dan dijaga selama 24 jam oleh petugas PLN yang siap membantu kebutuhan pengguna kendaraan listrik selama perjalanan.

“Kami memastikan petugas siaga untuk memberikan pelayanan terbaik agar pengguna EV merasa nyaman dan aman selama libur Nataru,” katanya.

Selain berada di unit layanan PLN, SPKLU juga tersedia di sejumlah lokasi strategis melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Beberapa di antaranya berada di Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Duta Mall Banjarmasin, serta pusat-pusat keramaian lainnya.

“Pengguna EV bisa melakukan pengisian daya sambil berbelanja di pusat perbelanjaan atau saat menunggu keluarga di bandara,” sambung Iwan.

Untuk mengakomodasi beragam kebutuhan pengisian daya, PLN UID Kalselteng menyediakan berbagai jenis SPKLU, mulai dari standard charging berdaya 7 kW, medium charging 22 kW, fast charging 50 kW, hingga ultra fast charging dengan daya di atas 60 kW.

Kemudahan layanan juga didukung melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur Electric Vehicle, pengguna dapat menemukan lokasi SPKLU terdekat, memantau status pengisian secara real time, serta mengetahui tarif pengisian secara transparan.

“PLN berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan transisi menuju energi bersih. Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik juga berkontribusi memperkuat ketahanan energi nasional,” tutup Iwan.