KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Peristiwa hilangnya seorang balita di perairan Kaludan Besar, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, menjadi perhatian dan pembelajaran serius bagi para orang tua terkait pentingnya pengawasan terhadap anak usia dini. Seorang balita perempuan dilaporkan hilang dan diduga hanyut tenggelam pada Kamis, 25 Desember 2025.

Korban diketahui berusia sekitar 1,5 tahun. Informasi awal kejadian diterima relawan sekitar pukul 16.51 WITA. Balita tersebut diduga keluar rumah tanpa pengawasan dan jatuh ke sungai yang berada tepat di belakang rumahnya.

Berdasarkan keterangan relawan di lokasi, rumah korban berada di tepi sungai kecil, dengan bagian belakang rumah berdiri persis di atas aliran sungai. Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko, terutama bagi anak-anak yang belum mampu menjaga keselamatan diri.

Koordinator Relawan Kalsel, Fani, menyampaikan bahwa pintu dapur belakang rumah dalam keadaan terbuka saat kejadian. Selain itu, lantai dapur dilaporkan licin, sehingga kuat dugaan balita tersebut terpeleset sebelum terjatuh ke sungai.

“Informasi yang kami terima, pintu dapur belakang terbuka dan lantainya licin. Kemungkinan balita terjatuh ke sungai tanpa disadari orang tua,” ujar Fani, meneruskan laporan dari relawan setempat.

Dari dokumentasi video yang beredar, tampak warga bersama tim penyelamat berupaya melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai. Namun, proses pencarian mengalami kendala karena kondisi arus sungai yang cukup deras saat kejadian.

Sementara itu, orang tua korban dilaporkan mengalami syok berat atas musibah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh warga dan relawan dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ekstra terhadap balita, khususnya bagi keluarga yang tinggal di sekitar kawasan perairan. (SABRIANOOR/Y)