BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyaluran kredit oleh bank umum di Kalimantan Tengah hingga Oktober 2025 menunjukkan dominasi kuat kredit non-UMKM. Data terbaru mencatat bahwa kredit non-UMKM mencapai Rp34,39 triliun, atau 64,80 persen dari total penyaluran kredit.
Angka ini menegaskan bahwa sektor usaha berskala besar masih menjadi penerima utama pembiayaan perbankan di daerah tersebut.
Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz mengatakan bahwa di sisi lain, kredit untuk usaha mikro tercatat sebesar Rp8,87 triliun atau 16,71 persen dari total penyaluran kredit.
“Usaha kecil memperoleh kredit sebesar Rp6,43 triliun atau 12,12 persen, sementara usaha menengah menerima Rp3,84 triliun atau 6,36 persen,“ tutur Primandanu pada Jumat, 26 Desember 2025.
Meskipun porsinya lebih kecil dibandingkan non-UMKM, kontribusi kredit untuk usaha mikro dan kecil tetap menunjukkan peran penting UMKM dalam perekonomian lokal.
Dominasi kredit non-UMKM mencerminkan kecenderungan bank umum untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor usaha yang dianggap lebih stabil dan memiliki kapasitas besar dalam pengelolaan risiko.
Namun, kondisi ini juga menimbulkan tantangan tersendiri bagi UMKM yang masih membutuhkan dukungan lebih besar untuk memperluas usaha dan meningkatkan daya saing.
UMKM di Kalimantan Tengah, khususnya sektor mikro dan kecil, memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan akses pembiayaan yang lebih inklusif, UMKM diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat serta menjadi motor penggerak pembangunan di berbagai sektor.
“OJK bersama perbankan terus mendorong peningkatan literasi keuangan dan akses pembiayaan bagi UMKM. Upaya ini dilakukan agar penyaluran kredit tidak hanya terkonsentrasi pada usaha besar, tetapi juga menjangkau pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,“ katanya.
Ke depan, diharapkan proporsi kredit untuk UMKM dapat meningkat secara bertahap. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, UMKM di Kalimantan Tengah berpeluang memperluas kontribusi terhadap perekonomian, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan konsumtif dan produktif di sektor perbankan. (TESTI PRISCILLA/H)









