BORNEONEWS, Sampit – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memasuki musim panen durian yang tak hanya menggembirakan petani lokal tetapi juga menarik minat wisatawan dari luar daerah.
Tahun ini, para petani durian di wilayah Sampit mencatat hasil panen yang cukup bagus meskipun menghadapi tantangan cuaca yang memengaruhi kualitas buah.
"Anak-anak sekolah sedang libur dan kantor juga libur, jadi kami sekeluarga habiskan waktu berlibur ke Kotim sekalian kuliner durian," kata Sulikah salah satu warga asal Palangkaraya,Jumat, 26 Desember 2025.
Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 17 kecamatan dan 186 desa. Dari kecamatan yang ada tersebut, sebagian besar penghasil durian saat Desember setiap tahunnya, salah satu Kecamatan Cempaga.
Durian di Kecamatan Cempaga sudah terkenal kelegitannya,mulai dari durian otak udang dan mentega.
Sulikah mengungkapkan yang menjadi daya tarik ia beserta keluarga berkunjung ke Cempaga, selain duriannya yang enak juga gaya berjualan warga sekitar tertata rapi di pinggir jalan.
"Unik ya melihat orang berjualan durian berderet gitu, ini yang membuat seru berburu durian di Kotim. Kami pengunjung juga bisa dengan mudah memilih durian dan mencari harga yang terjangkau," terangnya.
Sementara Yudi Durian, salah satu petani sekaligus pedagang durian di Cempaga mengungkapkan peminat durian cukup tinggi, tidak hanya dari Kotim tapi juga dari luar daerah. Apalagi Cempaga merupakan wilayah lintasan dari beberapa kabupaten di Kalteng menuju ibukota provinsi.
"Jadi mereka yang ingin ke Palangka Raya biasanya berhenti menikmati duluan. Karena mereka sudah tau kualitas durian kita," ucapnya.
Sebelumnya ada kekhawatiran tahun ini hasil panen durian tidak maksimal, karena terkendala oleh faktor cuaca. Namun hal tersebut dibantah oleh Yudi.
“Tahun ini hasilnya bagus, kurang lebih seperti biasa. Cuaca memang berpengaruh pada rasa dan kualitas durian, makanya kami harus menggunakan pupuk untuk menjaga nutrisinya agar buah tetap berkualitas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemeliharaan dan perawatan yang baik pada tanaman durian untuk menghasilkan panen yang konsisten dan memuaskan konsumen.
“Selain peran pupuk, kami juga melakukan perawatan rutin agar durian bisa tumbuh dengan baik dan memiliki rasa yang enak,” tambahnya.
Musim durian yang ramai dengan pengunjung ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi petani, tapi juga mendorong sektor pariwisata lokal agar makin berkembang, membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur secara menyeluruh. (DEVI/H)









