BORNEONEWS, Sampit – Pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, penumpang longboat jalur Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur menuju Pegatan Kabupaten Katingan Kecamatan Katingan Kuala mengalami lonjakan signifikan.
Kepadatan penumpang terlihat di dermaga, mengakibatkan antrean panjang dan peningkatan aktivitas keberangkatan.
"Momen libur seperti ini memang ramai penumpang. Kalau hari biasa longboat tidak penuh, sekarang setiap kursi terisi dua orang," kata Ian salah satu motoris longboat yang beroperasi di jalur tersebut.
Dia mengungkapkan tingginya jumlah penumpang disebabkan oleh mobilitas warga dari Pegatan meningkat untuk merayakan Nataru bersama keluarga di kota yaitu Sampit dan Palangkaraya
Untuk menuju Kota Sampit atau Palangkaraya tersebut, salah satu transportasi alternatif yang digunakan oleh mereka longboat yang melintasi jalur sungai yaitu Sungai Katingan dan Mentaya.
"Sebenarnya lewat Mendawai ke Kasongan bisa, namun waktu tempuhnya lebih lama. Jadi mereka memilih lewat Sampit menggunakan longboat ini. Kami berusaha maksimal melayani penumpang agar semua bisa naik dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak operator longboat menambah frekuensi perjalanan dan menyiapkan armada cadangan. Meningkatnya aktivitas penumpang ini diperkirakan hingga tahun baru nanti.
Saat ini lebih dominan penumpang penuh dari Pegatan ke Kota Sampit. Sementara setelah tahun baru 2026 nanti sebaliknya, yaitu dari Sampit ke Katingan Kuala.
"Untungnya pada libur ini masih sering turun hujan, jadi perjalan kami lancar. Kalau musim kemarau, hantipan di Bapinang tidak bisa dilalui kecuali kelotok kecil," ucapnya.
Ia berharap pemerintah dapat segera mengatasi permasalahan yang sering terjadi saat musim kemarau tersebut yaitu memperdalam atau melakukan normalisasi jalur sungai Hantipan yang menghubungkan Bapinang dengan Kampung Melayu. Sehingga ke depannya tidak ada lagi penumpang yang turun mendorong perahu karena kandas.
Selain itu, biaya transportasi juga membengkak karena harus tiga kali ganti longboat, setidaknya Rp250 ribu biaya yang harus dikeluarkan sekali berangkat.
"Tentu itu akan menambah biaya perjalanan bagi penumpang. Kalau sekarang, cukup membayar Rp150 ribu sudah sampai Sampit, " sebutnya. (DEVI//R)









