BORNEONEWS, Martapura - Menjelang peringatan 5 Rajab 1447 Hijriah, arus kedatangan jemaah terus meningkat dan memadati kawasan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar. Kepadatan jemaah telah terlihat sejak beberapa hari sebelum puncak peringatan, seiring tingginya antusiasme umat Islam untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, termasuk Haul Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul.
Pantauan di lapangan pada Sabtu, 27 Desember 2025, menunjukkan ribuan jemaah telah memenuhi area sekitar kubah Guru Sekumpul. Kepadatan tidak hanya terjadi di titik utama, tetapi juga meluas ke ruas jalan, gang permukiman warga, hingga kawasan penyangga di sekitar Martapura.
Sepanjang jalur menuju Sekumpul Martapura, bahkan mulai dari wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, banyak ditemui rest area dan posko layanan jemaah yang secara sukarela menyediakan makan dan minum gratis bagi para peziarah. Fasilitas tersebut sangat membantu jemaah yang menempuh perjalanan jauh menuju lokasi peringatan.
Meningkatnya jumlah jemaah turut berdampak pada pengaturan lalu lintas di sejumlah titik. Petugas melakukan rekayasa dan penutupan beberapa ruas jalan menuju kawasan Sekumpul untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan serta menjaga kelancaran arus jemaah.
Di sisi lain, semangat gotong royong masyarakat tampak sangat kuat. Warga sekitar membuka rumah sebagai tempat singgah, mendirikan dapur umum, serta mengoperasikan posko relawan guna membantu kebutuhan jemaah, mulai dari konsumsi, tempat istirahat, hingga informasi perjalanan.
Fasilitas layanan jemaah juga tersebar di berbagai wilayah penyangga menuju Martapura. Kehadiran posko dan dapur umum tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial masyarakat dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan jemaah.
Peringatan 5 Rajab 1447 H diperkirakan menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar di Kalimantan, dengan kehadiran jemaah yang diprediksi mencapai puluhan ribu hingga jutaan orang. Masyarakat diimbau untuk menjaga ketertiban, mematuhi arahan petugas, serta saling membantu demi kelancaran dan kekhusyukan kegiatan.
Meningkatnya arus jemaah sejak menjelang puncak peringatan ini menegaskan bahwa momen 5 Rajab bukan sekadar agenda keagamaan tahunan, melainkan momentum spiritual besar yang memperlihatkan kuatnya ukhuwah, kepedulian sosial, dan nilai religius yang hidup di tengah masyarakat. (SITI AKOBAH)









