PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menghadiri serangkaian kegiatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, antara lain peresmian Kolam Pokdakan Srikandi 40, panen bersama, dan pemusnahan barang hasil razia sepanjang Tahun 2025.

Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan jajaran Pemasyarakatan untuk mendukung pembinaan kemandirian warga binaan dan memperkuat program ketahanan pangan di lingkungan lapas.

Melalui pengelolaan kolam budidaya ikan Pokdakan Srikandi 40, warga binaan dibekali keterampilan produktif yang diharapkan bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.

Selain aspek pembinaan, pemusnahan barang-barang terlarang hasil razia menjadi wujud komitmen Ditjenpas dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari barang terlarang.

Dalam sambutannya, I Putu Murdiana menekankan bahwa program budidaya perikanan merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan berguna.

"Pembinaan berbasis keterampilan harus terus dikembangkan secara berkelanjutan dan terukur agar memberikan dampak nyata bagi warga binaan, lingkungan sekitar, dan institusi Pemasyarakatan," ujarnya, Minggu, 28 Desember 2025.

Terkait pemusnahan barang hasil razia, Kakanwil menekankan pentingnya penegakan aturan secara tegas dan transparan.

"Ini menunjukkan keseriusan kita dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas Pemasyarakatan untuk menciptakan lapas yang aman dan bersih," tegasnya.

Puncak kegiatan ditandai dengan pemotongan pita peresmian Kolam Bioflok Pokdakan Srikandi 40, dilanjutkan dengan penebaran benih ikan lele. Kegiatan juga diisi dengan panen jagung bersama sebagai bentuk keberhasilan pemanfaatan lahan produktif.

Menutup kegiatan, I Putu Murdiana menegaskan komitmen Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah untuk terus mendorong Pemasyarakatan yang produktif dan berintegritas.

"Kami berkomitmen mendukung pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan, serta memperkuat pengawasan di seluruh Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/j)