BORNEONEWS, Banjarmasin - Basarnas Banjarmasin mengungkapkan bahwa jasad penumpang KM Dharma Rucitra I yang ditemukan di pesisir Desa Batakan, Tanah Laut, berjarak cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan melompat ke laut.
Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar 32 kilometer dari Last Known Position (LKP) atau titik awal korban jatuh ke laut di perairan Muara Sungai Barito.
“Korban ditemukan berjarak kurang lebih 32 kilometer dari titik awal korban melompat,” jelas I Putu Sudayana, Minggu, 28 Desember 2025.
Menurutnya, faktor cuaca dan arah angin sangat mempengaruhi pergerakan jasad di laut. Saat kejadian, angin dan arus laut cenderung bergerak ke arah timur sehingga mempercepat jasad korban terbawa hingga ke pesisir pantai Tanah Laut.
Sebelumnya, Operasi SAR telah memasuki hari ketiga. Pada hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran laut menggunakan KN SAR Laksmana serta peralatan water rescue di area seluas sekitar 4 Nautical Mile persegi di sekitar LKP.
Pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR, di antaranya Kansar Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, serta Ditpolair. Kondisi cuaca yang cerah berawan saat itu cukup mendukung proses pencarian di lapangan.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi ditutup. (SABRIANOOR/H)









